Yuk Cegah Cyber Bullying
RESUME GMLD
GURU MOTIVATOR LITERASI DIGITAL
PERTEMUAN : 4
HARI, TANGGAL : SENIN,8 NOVEMBER 2021
TEMA : Yuk Cegah Cyber Bullying
NARASUMBER : WIJAYA KUSUMAH
MODERATOR : ROSMINIYATI
bersama Narasumber kita Bapak Wijaya Kusumah, M.Pd. atau biasa disapa Om Jay yang akan membahas materi “Yuk Cegah Cyber Bullying”.
Kita berada di grup ini bukan suatu kebetulan, melainkan ada rencana indah yang dipersiapkan Allah untuk kita. Oleh karena itu, marilah kita manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-sebaiknya untuk menghasilkan karya yang luar biasa.
Apa itu cyberbullying?
Cyberbullying merupakan perilaku anti-sosial yang melecehkan ataupun merendakan seseorang, kebanyakan menimpa anak-anak dan remaja yang dilakukan secara online maupun atau di dunia siber.
Berbeda dengan bullying yang terjadi di offline, Cyberbullying justru lebih parah. Hal ini karena pada bully offline biasanya yang tahu adalah orang-orang yang melihat secara langsung, namun kalau cyberbully, semua orang yang online dan terkoneksi dapat melihatnya.
Dapat dibayangkan kalau seseorang diserang atau di-bully di media sosial, diserangn dengan hate comment penuh dengan kata kasar atau tak senonoh, semua temannya bahkan mungkin keluarganya pasti akan membacanya. Belum lagi kalau pelaku cyberbully mengarahkan teman-temannya untuk menyerang korban. Jangan remehkan cyberbully, karena dapat membuat kesehatan mental korban jadi terganggu.
Lalu, apa yang dapat dilakukan terhadap cyberbullying? Berikut tindakan yang dapat dilakukan dalam mencegah dan menghentikan cyberbullying.
Jangan merespons. Para pelaku bullying selalu menunggu reaksi korban. Untuk itu jangan terpancing untuk merespon aksi pelaku agar mereka tidak merasa diperhatikan
Jangan membalas aksi pelaku. Membalas apa yang dilakukan pelaku cyberbullying akan membuat Anda ikut menjadi pelaku dan makin menyuburkan aksi tak menyenangkan ini
Simpan semua bukti. Karena aksi ini terjadi di media digital, korban akan lebih mudah mengcapture, lalu menyimpan pesan, gambar atau materi pengganggu lainnya yang dikirim pelaku, untuk kemudian menjadikannya sebagai barang bukti saat melapor ke pihak yang bisa membantu.
Segera blokir aksi pelaku. Jika materi-materi pengganggu muncul dalam bentu komentar, pesan instan, gunakan tool preferences/privasi untuk memblok pelaku. Jika terjadi saat chatting, segera tinggalkan chat room.
Selalu berperilaku sopan di dunia maya. Perilaku buruk seperti membicarakan orang lain, bergosip atau fitnah akan meningkatkan risiko seseorang menjadi korban cyberbullying
Jika sudah meresahkan, laporkan pada pihak berwenang. Adukan pada pihak yang dipercaya dan berwenang. Jika anak-anak yang menjadi korban, mereka harus melapor pada orangtua, guru atau tenaga konseling di sekolah. Selain mengamankan korban, tindakan ini akan membantu memperbaiki sikap mental pelaku.
Yuk bersama kita cegah cyberbullying dan jangan sekali-kali menjadi pelaku cyberbullying. Bullying adalah penindasan yang dilakukan seseorang tanpa alasan karena merasa lebih memiliki power dibandingkan korban yang ingin di-bully. Power ini didapatkan dari rasa senioritas, kepemilikan, kedudukan, dan kepintaran. Biasanya, pelaku menutupi kekurangannya dengan cara bully. Faktanya, pelaku dan korban memiliki ketakutan yang sama. Namun muncul dengan cara yang berbeda.
Sekarang, dengan adanya dunia maya banyak pelaku cyber bully, (sebutan untuk pelaku bully di sosial media) berlindung di anonymous account untuk mem-bully orang lain. Setiap orang pun dituntut untuk pandai bersikap dalam menggunakan sosial media.
Yuk cegah cyber bullying dengan cara ini!
Ada banyak penyebab terjadinya cyber bullying. Berikut empat penyebab yang bisa membuat Anda menjadi korban.
Tidak posting terlalu sering atau banyak Posting terlalu sering dan banyak bisa mengganggu orang lain. Oleh karena itu, posting terlalu sering dan banyak dapat memancing adanya cyber bullying.
Hindari konten posting-an yang aneh, apapun yang diunggah ke sosial media, pasti menimbulkan pro dan kontra. Terlebih ketika posting sesuatu yang dianggap aneh dan mengundang bully, meskipun hanya bully di dalam hati. Oleh krena itu, sebagai pengguna social media, sebaiknya batasi mengunggah konten yang mengganggu.
Pintar-pintar memilih teman di sosial media, Akun media sosial tidak harus selalu terbuka untuk semua orang. Semakin banyaknya teman di media sosial, maka Anda harus siap-siap dengan banyaknya komentar yang datang.
Tidak sembarang bercerita di sosial media Membedakan hal yang lebih baik diceritakan pribadi atau di media sosial. Karena, perbedaan persepsi biasanya terjadi di media sosial.
Penggunaan media sosial (medsos) untuk bersosialisasi dan berbagi, banyak informasi saat ini kerap memicu berbagai aktivitas yang dibarengi tindak intimidasi dan pelecehan terhadap orang lain. Ini menjadi salah satu dampak buruk kehadiran sosial media di tengah masyarakat atau biasa disebut cyberbullying.
Caranya, kita mulai dengan langkah sederhana. Seperti menyebarkan kampanye dan aksi Balas Yang Baik di sosial media, kemudian ajak teman-teman untuk ikut dalam kampanye tersebut, dalam bentuk foto, video dan quotes. Kampanye anti cyberbullying harus terus disuarakan.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menjelaskan dampak dari cyber bullying lebih berbahaya dibandingkan dengan di dunia nyata. Pelaku biasanya mengunggah informasi pribadi orang lain baik dalam bentuk gambar atau video dengan tujuan mempermalukan dan menyakiti korbannya.
Korban akan mengalami trauma psikologis karena pelaku biasanya melakukan berulang-ulang dan menghasut orang lain untuk mengikutinya, meskipun orang lain itu kerap kali tidak mengenal korban
Kita perlu asesmen psikologi lebih lanjut untuk pemulihan secara psikis korban perundungan dunia maya. Kita juga perlu membeberkan cara pencegahan agar anak terhindar dari perundungan di media sosial, berikut ini informasinya.
1. Edukasi anak
Orang tua harus memberikan edukasi menggunakan jejaring online yang aman. Edukasi menjadi langkah paling dasar dalam mencegah cyberbullying. "Peran orang tua menjadi sangat dibutuhkan dalam kondisi tersebut. Keluarga adalah tempat pertama untuk memperoleh pendidikan," Itulah yang seharusnya kita lakukan sebagai orang tua dan guru.
Aanak-anak mesti diberikan pemahaman mengenai hal-hal yang bisa dan tidak bisa dilakukan melalui jejaring online, khususnya media sosial. Orang tua dan guru harus mampu menjadi pemandu.
2. Ajari Anak cara menghadapi perundungan
Selanjutnya, orang tua harus mengajari anak cara menghadapi cyberbullying. Meski, hal ini bisa dilakukan oleh pribadi sendiri, tetapi sebagai orang tua tidak ada salahnya mengajarkan.
Beberapa cara menghadapi cyberbullying yang bisa Anda ajarkan kepada anak yaitu tidak menanggapi apalagi sampai membalasnya dan sebaiknya blokir saja orang yang mem-bully jika hal tersebut tiba-tiba terjadi.
3. Bimbing anak untuk atur privasi, khususnya data pribadi.
Langkah selanjutnya anak harus mampu mengatur privasi di media sosial. Pengaturan privasi di media sosial sangat membantu mencegah kasus cyberbullying pada anak. Data pribadi anak penting untuk dirahasiakan supaya mereka tidak menjadi korban kejahatan digital.
Meski, tidak ada informasi yang benar-benar privat, tetapi dengan mengatur hal tersebut pihak yang dapat mengakses informasi anak kita lebih tersaring.
Selain itu yang tidak kalah penting adalah edukasi tentang postingan. Berikan pemahaman bahwa apa yang sudah diposting tidak akan hilang, sehingga sikap selektif menjadi poin penting yang harus dimiliki oleh anak. Orang tua dan guru harus paham soal ini. Sebab informasi yang sudah diposting, ibarat paku yang sudah menempel pada kayu. Walaupun pakunya sudah diambil, bekas lubangnya masih ada.
Perlu untuk diketahui, cyberbullying adalah kondisi di mana seseorang merasa tidak nyaman terhadap komentar/informasi/gambar foto yang ditujukan untuk dirinya, yang bertujuan menyakiti, intimidasi, menyebar kebohongan dan menghina, yang diunggah di internet, jejaring media. Hal ini dilakukan oleh orang lain dengan tujuan tertentu. Anak-anak kita jangan sampai menjadi korbannya. Itulah mengapa kami di PGRI memberikan materi ini dalam kurikulum guru motivator literasi digital (GMLD).
Pandemi virus corona (Covid-19) membuat banyak orang semakin akrab dengan internet. Sekolah, bekerja, berinteraksi dengan teman, semuanya dilakukan secara online. Selain itu, untuk menghilangkan rasa bosan, sebagian besar juga memilih bermain media sosial (medsos). Cyberbulying biasanya dilakuakn dengan cara online.
Berdasarkan data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang dirilis pada tahun 2019, tercatat 49% pengguna internet pernah menjadi korban cyberbullying. Tentunya kondisi ini bisa berdampak bagi kesehatan mental pengguna internet. Oleh karenanya, kami di PGRI merasa khawatir, peningkatan penggunaan teknologi dan internet di masa pandemi Covid-19 akan berbanding lurus dengan peningkatan cyberbullying.
Nah, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya peningkatan cyberbullying khususnya di medsos adalah memanfaatkan fitur-fitur yang ada. Saat ini sudah banyak medsos yang memiliki fitur untuk melindungi penggunanya dari cyberbullying. Contohnya untuk fitur private atau pribadi sehingga teman-teman di medsos hanya yang dikenal. Selain itu, ada fitur untuk menyaring komentar negatif dengan memasukkan kata kunci tertentu. Itulah yang sudah dilakukan.
Jadi memang pengguna medsos harus lebih aware untuk memanfaatkan fitur-fitur yang ada. Fitur-fitur itu dibuat bukan tanpa alasan, tapi untuk mengamankan medsos dari bullying
Para pengguna medsos termasuk anak-anak muda, terkadang masih bingung cara melindungi diri dari cyberbullying dan langkah-langkah yang harus dilakukan. Padahal sudah ada fitur di medsos yang mendukung itu semua. Dengan begitu, pengguna medsos bisa menghindari perundungan dan menjaga kesehatan mentalnya.
Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills). Salah satu fokusnya adalah mengkampanyekan gerakan anti Cyberbullying.
Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.
Literasi Digital Pada Pembelajaran
Kecakapan Digital
kemampuan individu dalam mengetahuimemahami dan menggunakan perangkat keras dan piranti lunak tik serta sistem operasi digital dalam kehidupan sehari-hari.
Budaya digital
kemampuan individu dalam menguraikan kebiasaanya dan membangun wawasan kebangsaan nilai pancasila dan bhineka tunggal ika dalam Kehidupan sehari hari.
Etika digital
kemampuan individu dalam menyadari menyontohkan dan menyesuaikan tata kelola etika digital dalam kehidupan sehari hari.
Kemampuan digital
kemapuan individu dalam mempolakan menerapkan menganalisa menimbang dan meningkatkan kesadaran dalam pelindungan data pribadi dan keamanan digital dalam kehidupan sehari hari.
Yuk kita tonton video ini selama 3 menit, https://youtu.be/Rhinz16z7tM
Bullying atau perundungan kerap kita temui di mana-mana. Apalagi di jaman yang serba online ini, cyber bullying semakin marak terjadi. Terlebih para pelaku bullying itu bisa menyembunyikan dirinya di balik fake account.
Tapi, tahukah kamu kenapa bullying bisa terjadi? Terus apa sih bahayanya bullying itu? 🤔Nah, biar gak penasaran, langsung aja yuk kita simak videonya!
Sebagai tambahan materi, yuk kita tonton video ini selama 2 menit, semoga internet di tempat anda lancar, https://youtu.be/5CfLW5aEBAw
Sebagai tambahan materi sore ini, yuk kita baca blog berikut ini, semoga bermanfaat! https://www.rexona.com/id/gerak-tak-terbatas/7-hal-yang-bisa-kamu-lakukan-sebagai-cara-mencegah-bullying.html
Sesi Pertayaan dan Jawab
Ternyata bullying tidak hanya di dunia nyata tapi juga di dunia maya. Saya khawatir tidak lulus dan kasihan dengan teman saya maaf yang gendut dan gagap yg sering ditertawakan krn gagap sewaktu presentasi, bagaimana menyikapi hal demikian dan agar tumbuh percaya dirinya
Sebagai teman sekaligus sahabat kita harus mampu meyakinkan dirinya untuk tampil apa adanya. saya termasuk orang gendut. Bahkan pernah terpilih menjadi ketua umum IMADUT, Ikatan manusia Perut Gendut, hehehe. Namun seiring dengan waktu percaya diri saya tumbuh dan berat badan turun dari 104 menjadi 85 kg. Jadi bantu kawan kita untuk lebih percaya diri
Sebagai teman sekaligus sahabat kita harus mampu meyakinkan dirinya untuk tampil apa adanya. saya termasuk orang gendut. Bahkan pernah terpilih menjadi ketua umum IMADUT, Ikatan manusia Perut Gendut, hehehe. Namun seiring dengan waktu percaya diri saya tumbuh dan berat badan turun dari 104 menjadi 85 kg. Jadi bantu kawan kita untuk lebih percaya dir
Caranya kita bantu mereka untuk bertemu Psikolog, dan mengobatinya pelan-pelan. Lingkungan sangat berpengaruh untuk cepatnya kesembuhan. Kita sebagai orang tua dan guru harus ikut turun tangan dan membantu kawan-kawan psikolog yang mengerti ilmunya.
Bagaimana cara kita menghentikan cyberbullying tanpa bermain internet dan apa dampaknya? Caranya adalah ajak anak anak kita bermain dengan permainan tradisional yang merupakan budaya bangsa. Seperti main congkak, galasin, petak umpet dan lain-lain.Dampaknya anak menjadi semakin senang belajar offline. Jadi tidak melulu harus online.
Bagaimana bullying di sosial media jika pelaku sudah mengintimidasi dan memfitnah dan pertanyaan kedua apakah ada perlindungan terhadap korban bullying sosial media. Seperti apa yang sudah saya paparkan di atas, rekam jejak digitalnya untuk kita ajukan dalam koridor hukum. Kita sendiri sebagai orang tua dan guru yang melindungi anak-anak kita. Oleh karena itu berhati-hatilah menjaga anak-anak kita. terkait dengan billing. Bagaimana cara sehingga anak anak di sekolah bisa terhindar masalah ini . Karena yang menjadi faktor utama yang mengalaminya adalah siswa.
Bagaimana cara menjaga komunikasi dengan anak agar tetap konsisten dan terbuka dalam menggunakan media sosial? Kita harus terus mengkampanyekan gerakan anti cyberbullying dan ajak anak-anak kita untuk menjauhi cyber bullying. Perang guru di sekolah dan orang tua di rumah sangat diperlukan untuk menghindari masalh ini. Terima kasih pak. Semoga kita bisa kopdar kembali.
Caranya adalah siapkan waktu untuk berinteraksi dengan mereka. Ajak diskusi dan cari tahu apa yang sedang mereka kerjakan. Keterbukaan penting diajarkan dalam keluarga. Sehingga setiap masalah anak dengan cepat dicarikan solusinya oleh orang tua. Bekali anak dengan pendidikan agam yang kuat sehingga moal mereka kuat.
Apakah kondisi ini termasuk bagian dari penyebab data Indonesia sebagai negara terendah Asia Tenggara: tingkat kesantunannya dalam bermedsos menurut Microsoft? (info dari Om jay Senin
Betul, setelah mata pelajaran TIK hilang diganti prakarya dalam kurikulum 2013, kita semakin turun tingkat kesantunannya, dan tentu saja kita sedih membaca data itu. Kini yang harus kita lakukan adalah terus menerus mengkampayekan gerakan nasional literasi digital (GNLD) dan persiapkan diri kita untuk menjadi guru motivator literasi digital.
Demikianlah sedikit materi hari ini yang bisa omjay sampaikan sebagai narasumber pengganti. Mohon maaf bila belum lengkap materinya. Kita bisa saling tanya jawab di WA Group ini. Hubungi omjay di blog https://wijayalabs.com/about
Betul, setelah matpel TIK hilang diganti prakarya dalam kurikulum 2013, kita semakin turun tingkat kesantunannya, dan tentu saja kita sedih membaca data itu. Kini yang harus kita lakukan adalaah terus menerus mengkampayekan gerakan nasional literasi digital (GNLD) dan persiapkan diri kita untuk menjadi guru motivator literasi digital.
bagaimana dengan siswa yang sampai terjadi perkelahian ,apabila terjadi di siswa kita didik dan cara mengatasinya. Perkelahian terjadi karena adanya kesalahan komunikasi di antara mereka. Kalau ada rasa cinta pasti tidak akan berkelahi. Kita ajak siswa yang berkelahi tersebut dan didamaikan . Guru dan orang tua beserta anak harus dipertemukan
cyberbullying di indonesia kian marak pak,,apa sebenarnya sudah menjadi budaya masyarakat nya ini pak,,,bagaimana cara nya pak,agar cyberbullying perlu diberantas di masyarakat kita pak?mohon penjelasannya terimakasih
Apa saja contoh cyber bullying ?
2. Bagaimana mencegah cyber bullying ?
Cyber bullying dapat anda baca di https://www.hipwee.com/feature/jenis-cyberbullying/
Perselisihan yang awalnya cuma dilakukan antara dua orang atau lebih tapi masih dalam skala kecil, lalu menyebar menjadi viral, ternyata termasuk golongan cyberbullying Pernahkah kamu terlibat perdebatan atau perselisihan di medsos yang awalnya cuma melibatkan kamu dan satu atau beberapa temanmu, lalu kemudian jadi viral karena ada yang menyebarluaskan? Ternyata orang yang menyebarkan ini bisa dibilang telah melakukan cyberbullying lo! Ini karena ia sudah merugikan orang-orang yang terlibat dalam kegaduhan sampai jadi viral dan jadi masalah besar.
Menyebarkan meme dengan tujuan menghina fisik atau orang yang dijadikan meme, ternyata juga termasuk cyberbullying! Soalnya bisa jadi kan orang yang dibercandain itu sebenarnya tersinggung Memaki fisik, menghina foto-foto, atau yang mungkin sering nggak sadar kita lakukan: menyebar meme untuk becandain orang, ternyata termasuk cyberbullying. Istilah ‘keren’ untuk pelakunya adalah “internet troll” —bisa individu atau kelompok. Nggak cuma perkara fisik, internet troll juga sering menyerang masalah ras dan agama sehingga nggak jarang menyebabkan permusuhan dan perpecahan.
Hati-hati juga, ternyata cyberstalking atau ‘menguntit’ di dunia maya meskipun nggak ketahuan juga tergolong cyberbullying. Ya siapa yang nggak risi dikepoin gitu?Siapa hayo yang suka kepoin akun media sosial orang lain? Ternyata aktivitas yang mungkin selama ini kita anggap remeh ini juga bisa dibilang cyberbullying. Ini karena upaya menguntit atau mengikuti orang lain di dunia maya itu bisa mengganggunya. Kalau cuma stalking buat tahu kabarnya mungkin nggak masalah, tapi kalau sudah mencari tahu informasi pribadi dan sebagainya, itu sih berlebihan.
Hampir sama dengan cyberstalking, cyber creeping atau perilaku yang dilakukan seseorang yang terobsesi dengan orang lain sehingga selalu ‘mengikutinya secara online juga termasuk cyberbullying lo .Ngefans sama orang boleh-boleh saja. Tapi hati-hati, jangan sampai saking terobsesinya, kita jadi mengikuti setiap detil kehidupan orang tersebut lewat media sosialnya. Dia update status, kita ikut update yang sama. Dia unggah foto atau video, kita juga ikutan.
Bentuk cyberbullying lain yaitu pelecehan (harassment). Contohnya ketika kita mengirim pesan menghina pada orang lain
Hampir mirip sama nomor 2, tapi bedanya ini dilakukan secara langsung yaitu dengan mengirim pesan ke orang yang dituju, atau men-tag-nya di media sosial. Tujuannya untuk melecehkan, menghina, mengejek, merendahkan, mempermalukan, bahkan mengancam dengan menggunakan tulisan, foto, video, atau bentuk lainnya.Denigration atau fitnah di media sosial termasuk cyberbullying jika bisa mencemarkan nama baik seseorang —atau kelompok tertentu— lewat menyebarkan hoaks yang mengatasnamakannya. Perilaku ini bisa memberikan stigma negatif sehingga mempengaruhi kehormatan, wibawa, dan reputasinya. Duh, kasihan kaan? Menyebarkan kabar bohong yang mengatas namak
Berpura-pura jadi orang lain bisa masuk kategori cyberbullying kalau dari aktivitas itu si peniru mendapat keuntungan,Impersonation (meniru) yang termasuk cyberbullying itu misalnya, kita berpura-pura jadi orang lain, berpura-pura memihak atau mendukung, atau berkata manis di dunia maya, dengan tujuan agar pihak tertentu mau membagi rahasianya. Yang tentu dengan begitu, kamu akan mendapat keuntungan sendiri.
Sedikit mirip sama poin 7, outing atau trickery ini juga perilaku berpura-pura jadi orang lain tapi tujuannya untuk menyebar kabar bohong atau rahasia. Ini sebenarnya sama aja kayak penipuan, yaitu ketika kita pura-pura jadi orang lain dan menyebarkan hoax atau rahasia orang lain kepada pihak tertentu. Contohnya mungkin mengirim DM ke akun lambe-lambean dengan tujuan menyebarkan aib seseorang atau kelompok tertentu gitu ya. Hayo, siapa yang suka gini?
Terakhir exclusion atau pengucilan, sehingga membuat orang lain nggak nyaman, apalagi kalau alasannya diskriminatif, Bentuk cyberbullying lainnya yaitu pengucilan. Ini terjadi ketika ada yang mengucilkan, mengecualikan seseorang untuk bisa bergabung ke kelompok tertentu —bisa pertemanan atau teamwork— dengan alasan diskriminatif, misalnya karena usia, status, ras, warna kulit, jenis kelamin, agama, dan banyak lainnya. Nah lo, banyak banget ya ternyata yang termasuk cyberbullying. Mulai sekarang, yuk, lebih hati-hati lagi dalam menggunakan media sosial. Karena seperti kata Teh Melly di unggahan IGnya, intinya, sebagian orang nggak sadar kalau yang mereka lakukan itu ternyata bisa mempengaruhi mental dan emosi orang lain. Mari lebih bijak lagi dalam bermedia sosial.
Bagaimana cara oran tua memberikan edukasi tetang bullying kepada anak hoax jika dia sendiri tidak mengerti tentang media sosia Apa yang harus kita lakukan untuk menghindari terjadinya cyber bullying khususnya untuk anak didik yang berada di sekolah. Selaku
harus belajar dan mau belajar pada pakarnya. Kita sebagai orang tua harus memberikan contoh yg baik dengan belajar sepanjang hayat. Ini memang menjadi dilema karena banyak orang tua yg masih gaptek, kita kerjakan bersama PR yang ada di depan mata kita dengan terus bergerak mengkampanyekan Gerakan Nasional Literasi Digital
Ini perlu kerja sama sebagiaan tidak Terutama guru dan orang tua. masalah ini sering terjadi da bukan hal baru. panggil anak tersebut dan ajak diskusi satu persatu. guru perlu belajar ilmu psikologi Terutama guru dan orang tua. masalah ini sering terjadi da bukan hal baru. panggil anak tersebut dan ajak diskusi satu persatu. guru perlu belajar ilmu psikologi
agar cyberbullying tidak terjadi di sekolah kita maupun di rumah kita sendiri terhadap anak-anak kita.
Untuk menghindarkan diri dari perilaku cyberbullying, anda bisa meningkatkan :
1. Empati (memahami perasaan orang lain)
2. Hati Nurani (mendengar suara hati yang membantu untuk melakukan hal yang benar )
3. Kontrol diri (berpikir sebelum bertindak)
4. Menghormati Orang lain (memperlakukan orang lain dengan baik sebagaimana ia ingin orang lain memperlakukan dirinya)
5. Kebaikan Hati (menunjukkan kepedulian terhadap kesejahteraan dan perasaan orang lain)
Demikianlah Bapak/Ibu GMLD, materi yang luar biasa telah disampaikan oleh guru kita Om Jay. Semoga dengan paparan tersebut, kita dapat melakukan pencegahan cyber bullying (perundungan dunia maya) terhadap anak-anak kita.
Demikianlah pertemuan kita pada sore hari ini. Terima kasih kepada Om Jay yang telah memberikan materi yang luar biasa dan sangat bermanfaat ini. Terima kasih kepada Bapak/Ibu hebat yang telah berkenan belajar bersama.
Sebagai penutup dan syukur kita atas kelancaran dan kemudahan belajar kita pada sore hari ini, marilah kita bersama-sama mengucapkan lafaz hamdalah.
Salam kenal bu Nia Kania..😊
BalasHapusSalam kenal lagi bu dwi
BalasHapus