Rabu, 27 Juli 2022

Gadget Media Pembelajaran siswa

Pengaruh penggunaan gadget terhadap  proses pembelajaran siswa 

Gadget Media Pembelajaran siswa 

Media belajar dan Gadget Media Pembelajaran siswa  adalah dua hal yang berbeda. Dua hal tersebut juga sering kali berseberangan dalam tujuan penggunaannya. Media sosial identik dengan kesenangan sementara media belajar identik dengan pembelajaran. Namun kedua hal tersebut jika digabungkan bisa menjadi hal yang menarik dalam sebuah pembelajaran. 

Gadget adalah tempat di mana siswa biasanya sering menghabiskan waktu. Para guru dan orang tua sering jengkel ketika melihat anak-anaknya bermain media sosial ketika datang waktu belajar. Sementara bermain di media sosial adalah sebuah kesenangan bagi para siswa sendiri. 

Pasalnya, media Gadget  ini banyak menyuguhkan hal yang menarik bagi para siswa. Ya, di media sosial tersebut siswa dapat berinteraksi dengan teman-temannya di dunia maya. Di media Gadget tersebut, para siswa bebas mengekspresikan apa yang mereka inginkan. Itulah kenapa para siswa suka berlama-lama ketika bermain Gadget. 
Sementara itu di sisi lain, para siswa biasanya tidak betah berlama-lama ketika harus belajar. Untuk itu, guru perlu pintar-pintar mencari media pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi siswa dalam belajar. 

Kehadiran media pembelajaran yang sesuai sangat penting untuk menunjang keberhasilan belajar para siswa. Apalagi ketika pembelajaran dilakukan pada masa pandemi seperti sekarang ini di mana pembelajaran tersebut harus dilakukan dengan jarak jauh atau daring. Maka media pembelajaran sangat penting untuk pelaksanaan pembelajaran tersebut. 

Tidak terpikirkan  lagi bahwa di era globalisasi ini teknologi semakin canggih seperti alat komunikasi gadget yang dapat membantu siswa untuk mengikuti pembelajaran di era COVID. 

Gadget merupakan alat canggih yang diciptakan dengan berbagai aplikasi yang dapat menyajikan berbagai media berita, jejaring social, hobi, bahkan hiburan. 
smartphone dapat dijadikan sarana untuk menambah pengetahuan siswa  tentang kemajuan teknologi sehingga siswa tidak dikatakan menutup mata akan kemajuan di era globalisasi. 

Siswa dapat mengakses berbagai informasi edukasi dalam menggunakan gadget. 
Gadget dalam pemanfaatannya juga memiliki dampak terhadap prestasi siswa. Prestasi belajar adalah hasil atau taraf kemampuan yang telah dicapai siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar dalam waktu tertentu, baik berupa perubahan tingkah laku, keterampilan dan pengetahuan dampak positif menggunakan gadget dapat mengembangkan imajinasi dan melatih kecerdasan anak. 

Melihat gambar, tulisan dan angka akan menumbuhkan daya kreatifitas, kecerdasan anak dan  mengembangkan kemampuan membaca, menghitung serta rasa ingin tahu untuk menyelesaikan masalah 
Akan tetapi, gadget selain memberikan manfaat, gadget juga memberikan dampak negatif bagi siswa sehingga akan memberikan masalah dalam proses belajarnya. Menurut pendapat Hasanah & Kumalasari (2015) jika siswa sering menggunakan gadget dengan berlebihan maka akan timbul permasalahan pada proses belajarnya. 

Hal ini sejalan dengan Saroinsong (2016) yang mengemukakan siswa yang sering menggunakan gadget dapat merugikan keterampilan inter personalnya.
 Dampak yang lain yang akan mempengaruhi terhadap prestasi belajar siswa, siswa dibanding harus belajar ia lebih memilih mengandalkan gadget.

Siswa yang sering menggunakan gadget akan mengalami kecanduan, siswa kecanduan pada aplikasi yang ada pada gadget dari game, jejaring sosial, internet dan aplikasi lainnya yang sering siswa gunakan.

Dalam hal ini siswa akan mengalami penurunan tingkat prestasinya. Akan tetapi jika gadget dapat dimanfaatkan oleh siswa dengan baik maka dapat digunakan sebagai sarana dalam belajarnya untuk menunjang tingkat prestasinya. Oleh karena itu diperlukan peran orang tua dan guru untuk mengawasi dan membatasi waktu yang tepat pada penggunaan gadget.

Orang tua dan guru dapat memberikan gadget kepada siswa sesuai kebutuhan siswa misalnya saat siswa mengalami kesulitan saat belajar atau kurang paham terhadap materi yang dipelajari maka siswa dapat memanfaatkan gadget untuk mencari informasi yang mengedukasi.

Guru dan siswa dapat memanfaatkan media pembelajaran apa saja untuk menunjang keberlangsungan dan kesuksesan belajar peserta didiknya, termasuk memanfaatkan media sosial sebagai media pembelajaran. 
Memanfaatkan media sosial sebagai media pembelajaran di dalam pembelajaran jarak jauh seperti ini sangat diperlukan. Pasalnya, pembelajaran yang dilakukan melalui media sosial tak kalah efektifnya dengan pembelajaran yang dilakukan melalui pertemuan tatap muka atau dengan metode yang lainnya. 

Melalui media Gadget tersebut, guru dan siswa bisa menyampaikan berbagai materi pembelajaran mulai dari dalam bentuk video, gambar, teks, dan lain sebagainya. 
Terdapat sejumlah Gadget yang cocok digunakan sebagai media pembelajaran, misalnya Facebook. Media sosial yang identik dengan warna biru tersebut dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang menyenangkan dalam pembelajaran jarak jauh.  Perlu diketahui bahwa Gadget sebenarnya pada awal-awal pembuatannya digunakan untuk aktivitas pembelajaran dan alat komunikasi baik di kampus maupun di sekolah SMA serta SMK  yang kemudian dikembangkan menjadi media penghubung  secara umum seperti sekarang. Sehingga Gadget ini masih memiliki sejumlah fitur yang cocok untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Misalnya, fitur membuat penjadwalan, note, dan lain sebagainya. 

Peserta didik tidak  sepenuhnya sadar mengenai  konsekuensi mengambarkan  informasi-informasi pribadi. Tugas orang tua dan  pendidik untuk membuat  anak-anak tahu mengenai  sejumlah tindakan, aturan dan  akibatnya.

Guru dapat mengedukasi peserta didik tentang pengelolaan waktu  berliterasi digital ketika pembelajaran sedang berlangsung di kelas dan  diintegrasikan dengan mata pelajaran, misalnya:

Tematik: guru memberikan pentingnya membagi waktu peserta  didik dalam beraktivitas sehari-hari seperti belajar dan bermain  serta manfaat jika mengelola waktu dengan benar;

Olahraga: bagaimana mengatasi kecanduan internet dengan  berolahraga untuk relaksasi juga membuat badan tetap sehat,

Seni Budaya Keterampilan (SBK): anak dapat mencari informasi di  internet tentang kesenian dan kebudayaan Indonesia serta mencari  video tutorial untuk membuat kreasi keterampilan tertentu.

4 Pasal UU ITE yang mengatur etika bermedia sosial. "Yakni UU No.19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). (Pasal 27,28,29,30)

Sebagai seorang guru ada kesulitan dalam menentukan kriteria mana tayangan dan aplikasi yang dapat dipilih untuk mengajar dari banyak sekali aplikasi yang ditawarakan.  bagaimana cara memilihnya? atau apakah kita ambil saja mana tayangan yang sudah ada? 

Kita selaku guru harus bisa memilah dan memilih mana yang cocok dengan dunia anak-anak. Jangan asal ambil. Kita sesuaikan dengan perkembangan anak yang cocok dan positif.

Di era digital ini membuka ruang dengan memanfaatkan era teknologi bebas dan bisa leluasa yang memegang otoritas atas ruang digital, dengan selalu berorientasi kepada nilai-nilai baik manusia sebagai tujuannya, pertanyaan saya adalah bagaimana trik/startegi nara sumber menyikapi perkembangan digital yang justru pengguna/ user yang salah menggunakan segala macam media sosial termasuk smart phone. 

menyikapinya dengan car kita bangun paradigma berpikir kritis dengan cara membangun pertanyaan 5W+1H,  “Siapa” Yang memberikan informasi, “Apa” yang dikatakan, “Di mana” Hal itu terjadi,  “Kapan” hal itu dikatakan, “Mengapa” dan “Bagaimana”.

Sehingga kitab bisa menyikapi segi positif dan negatifnya.

Di masa pandemi seperti sekarang ini kita harus kreatif, produktif dan inovatif salah satu hal yang dapat kita lakukan yaitu memulai untuk berbisnis.  Apakah hobi dapat dijadikan sebagai peluang usaha jangka panjang atau jangka pendek ? 

Saat ini banyak sekali bisnis yang dikembangkan berawal dari hobi. Game, web desain, sosial media spesialis ini adalah beberapa trend pekerjaan yang dulunya mungkin tidak kita anggap sebagai peluang pekerjaan tapi sekarang justru menjadi sebuah peluang baru. Hobi apa pun pasti bisa menghasilkan pendapatan asalkan kita bisa bijak mengalokasikannya untuk hal positif dan dengan ditambah oleh kreativitas

Marilah kita bersama-sama bisa memanfaat Gadget di era teknologi/ digital  dengan bebas namun pilihlah teknologi/ digital  yang sesuai dengan kita, Pilih yang cocok dan positif dengan etika yang baik dan penuh tanggung jawab.

Nah, dengan pertimbangan-pertimbangan yang telah dijelaskan di atas, maka sangat pantas apabila Gadget dimanfaatkan untuk media pembelajaran. Sambil belajar, siswa dapat sekaligus memanfaatkan media serta alat komunikasi tersebut untuk hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya.

Rabu, 16 Februari 2022

Memanfaatkan Media Sosial sebagai Media Belajar Digital





Media belajar dan media sosial adalah dua hal yang berbeda. Dua hal tersebut juga seringkali berseberangan dalam tujuan penggunaannya. Media sosial identik dengan kesenangan sementara media belajar identik dengan pembelajaran. Namun kedua hal tersebut jika digabungkan bisa menjadi hal yang menarik dalam sebuah pembelajaran. 

Ya, media sosial adalah tempat di mana siswa biasanya sering menghabiskan waktu. Para guru dan orang tua sering jengkel ketika melihat anak-anaknya bermain media sosial ketika datang waktu belajar. Sementara bermain di media sosial adalah sebuah kesenangan bagi para siswa sendiri. 

Pasalnya, media sosial ini banyak menyuguhkan hal yang menarik bagi para siswa. Ya, di media sosial tersebut siswa dapat berinteraksi dengan teman-temannya di dunia maya. Di media sosial tersebut, para siswa bebas mengekspresikan apa yang mereka inginkan. Itulah kenapa para siswa suka berlama-lama ketika bermain media sosial. 

Sementara itu di sisi lain, para siswa biasanya tidak betah berlama-lama ketika harus belajar. Untuk itu, guru perlu pintar-pintar mencari media pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi siswa dalam belajar. 

Kehadiran media pembelajaran yang sesuai sangat penting untuk menunjang keberhasilan belajar para siswa. Apalagi ketika pembelajaran dilakukan pada masa pandemi seperti sekarang ini di mana pembelajaran tersebut harus dilakukan dengan jarak jauh atau daring. Maka media pembelajaran sangat penting untuk pelaksanaan pembelajaran tersebut. 

Seorang guru dapat memanfaatkan media pembelajaran apa saja untuk menunjang keberlangsungan dan kesuksesan belajar peserta didiknya, termasuk memanfaatkan media sosial sebagai media pembelajaran. 

Memanfaatkan media sosial sebagai media pembelajaran di dalam pembelajaran jarak jauh seperti ini sangat diperlukan. Pasalnya, pembelajaran yang dilakukan melalui media sosial tak kalah efektifnya dengan pembelajaran yang dilakukan melalui pertemuan tatap muka atau dengan metode yang lainnya. 


Melalui media sosial tersebut, guru bisa menyampaikan berbagai materi pembelajaran mulai dari dalam bentuk video, gambar, teks, dan lain sebagainya. 

Terdapat sejumlah media sosial yang cocok digunakan sebagai media pembelajaran, misalnya Facebook. Media sosial yang identik dengan warna biru tersebut dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang menyenangkan dalam pembelajaran jarak jauh. 

Perlu diketahui bahwa Facebook sebenarnya pada awal-awal pembuatannya digunakan untuk aktivitas pembelajaran di kampus yang kemudian dikembangkan menjadi media sosial secara umum seperti sekarang. Sehingga Facebook ini masih memiliki sejumlah fitur yang cocok untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Misalnya, fitur membuat penjadwalan, note, dan lain sebagainya. 

Nah, dengan pertimbangan-pertimbangan yang telah dijelaskan di atas, maka sangat pantas apabila Facebook dimanfaatkan untuk media pembelajaran. Sambil belajar, siswa dapat sekaligus memanfaatkan media sosial tersebut untuk hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya.

Pentingnya Manajemen Kelas Bagi Guru

Pentingnya Manajemen Kelas Bagi Guru


sangat penting, apalagi sering kali guru merasakan gagal fokus karena suasana kelas yang kurang kondusif. Apalagi saat pembelajaran daring yang kerap kali menjadi tantangan tersendiri bagi guru untuk dapat mengelola kelas menjadi lebih kondusif agar dapat berjalan dengan lancar pembelajarannya.

Manajemen kelas merupakan kegiatan-kegiatan yang diupayakan oleh seorang guru untuk menciptakan situasi kelas yang kondusif dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran yang maksimal. Kegiatan ini merupakan suatu usaha yang sengaja dilakukan oleh guru supaya pembelajaran dapat berjalan efektif sehingga memungkinkan siswa untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin dan membentuk perilaku berbudaya. 

Manajemen kelas adalah segala usaha yang diarahkan untuk mewujudkan suasana belajar mengajar yang efektif dan menyenangkan serta dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik sesuai dengan kemampuan. Dengan kata lain manajemen kelas merupakan usaha secara sadar untuk mengatur kegiatan proses belajar mengajar secara sistematis.

Secara singkatnya manajemen kelas merupakan upaya yang dilakukan oleh guru dalam memberdayakan potensi kelas secara optimal agar proses interaktif edukatif dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan.

Tujuan Manajemen Kelas
Bagi Guru

Mengembangkan pemahaman dalam penyajikan pelajaran dengan penyampaian yang tepat.
Meningkatkan kesadaran akan kebutuhan siswa
Mempelajari cara merespon yang efektif pada tingkah laku siswa yang mengganggu
Bagi Siswa

Mendorong siswa mengembangkan sikap tanggungjawab terhadap tingkah lakunya.  Membangun kesadaran siswa terhadap perilakunya dalam kelas. Membangkitkan rasa tanggungjawab siswa pada tugas yang diberikan.

Selain itu, ada beberapa prinsip yang harus dipegang dalam melaksanakan manajemen kelas oleh guru.

Secara singkatnya manajemen kelas merupakan upaya yang dilakukan oleh guru dalam memberdayakan potensi kelas secara optimal agar proses interaktif edukatif dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan.

Prinsip -Prinsip Penerapan
1. Antusias

Antusiasme diperlukan dalam proses belajar mengajar. Guru yang hangat dan akrab pada anak didik selalu menunjukkan antusias pada tugasnya atau pada aktifitasnya akan berhasil dalam mengimplementasikan pengelolaan kelas. Sehingga antusiasme akan menular kepada peserta didik.

2. Tantangan

Penggunaan kata-kata, tindakan, cara kerja, atau bahan-bahan yang menantang akan meningkatkan gairah siswa untuk belajar sehingga mengurangi kemungkinan munculnya tingkah laku yang menyimpang. Dengan begitu siswa juga menjadi akan termotivasi serta meniru perilaku semangat dari guru di kelas.

3. Bervariasi

Penggunaan alat atau media, gaya mengajar guru, pola interaksi antara guru dan anak didik akan mengurangi munculnya gangguan, meningkatkan perhatian siswa. Kevariasian ini merupakan kunci untuk tercapainya pengelolaan kelas yang efektif dan menghindari kejenuhan. Guru tetap harus meningkatkan kompetensinya agar bisa menciptakan media atau strategi belajar mengajar yang bervariasi.

4. Keluwesan

Jangan terlalu kaku kepada siswa saat belajar mengajar karena akan menimbulkan ketegangan di dalam kelas yang menjadikan kurang nyaman. Keluwesan tingkah laku guru untuk mengubah strategi mengajarnya dapat mencegah kemungkinan munculnya gangguan siswa serta menciptakan iklim belajar mengajar yang efektif. Keluwesan pengajaran dapat mencegah munculnya gangguan seperti keributan siswa, tidak ada perhatian, tidak mengerjakan tugas dan sebagainya.

5. Penekanan pada Hal-Hal yang Positif

Pada dasarnya dalam mengajar dan mendidik, guru harus menekankan pada hal-hal yang positif dan menghindari pemusatan perhatian pada hal-hal yang negative. Penekanan pada hal-hal yang positif yaitu penekanan yang dilakukan guru terhadap tingkah laku siswa yang positif daripada mengomeli tingkah laku yang negatif. Penekanan tersebut dapat dilakukan dengan pemberian penguatan yang positif dan kesadaran guru untuk menghindari kesalahan yang dapat mengganggu jalannya proses belajar mengajar.

6. Penanaman Disiplin Diri

Tujuan akhir dari pengelolaan kelas adalah anak didik dapat mengembangkan dislipin diri sendiri dan guru sendiri hendaknya menjadi teladan mengendalikan diri dan pelaksanaan tanggung jawab. Jadi, guru harus disiplin dalam segala hal bila ingin anak didiknya ikut berdisiplin dalam segala hal.

Bentuk Kegiatan dalam Manajemen Kelaa
Memastikan kehadiran siswa dalam kelas

Bisa dengan cara meng absen siswa terlebih dahulu sebelum pelajaran dimulai atau di sela pelajaran apabila kesannya siswa sudah merasa bosan atau mengantuk

Mengumpulkan memeriksa, dan menilai pekerjaan siswa


Dengan melakukan hal ini siswa akan merasa lebih di hargai mengenai hasil jerih payah, tugas yang telah siswa kerjakan dan kumpulkan. Serta tidak lupa pula untuk memberikan apresiasi kepada siswa atas kerja kerasnya, menyelesaikan tugas dengan baik.

Menyediakan bahan dan alat pembelajaran

Mengelola kelas menjadi penting agar pembelajaran dapat berjalan secara lancar dan guru dapat memberikan pengajaran yang sesuai kepada siswa , serta siswa dapat menerima pembelajaran dengan baik pula. Dengan begitu, pula bagi guru untuk menyiapkan rancangan pembelajaran sebaik mungkin dengan menambahkan alat serta bahan yang digunakan dalam proses belajar mengajar agar lebih efektif.

Mengumpulkan informasi siswa serta mencatat data pemeliharaan arsip


Hal ini dilakukan untuk tujuan, agar guru lebih mudah dalam menyikapi segala perilaku dan karakteristik siswa. Dengan mengumpulkan informasi yang di sediakan oleh antar siswa maupun oleh orang tua atau wali siswa.

Menyampaikan materi pembelajaran

Memberikan materi pelajaran yang terbaik kepada siswa, serta menciptakan lingkungan belajar yang nyaman bagi siswa, sehingga siswa akan merasakan kenikmatan dalam belajar sehingga tercapainya tujuan pembelajaran akan lebih mudah.

Memberikan tugas kepada murid

Dengan memberikan tugas kepada murid bertujuan untuk memberikan feedback kepada murid, mengenai materi yang telah di sampaikan oleh guru. Dengan pemberian tugas guru dapat mengukur kemampuan pengetahuan, keterampilan serta sikap dari masing- masing siswanya.

Dalam mengelola kelas tentu bukan hal yang mudah, tentu saja terdapat beberapa masalah yang menjadikan penting kemampuan manajemen kelas bagi guru. Apa saja masalah masalah tersebut? Berikut informasi selengkapnya.

Munculnya masalah individual disebabkan beberapa kemungkinan tindakan siswa seperti 

Tingkah laku yang ingin mendapat perhatian orang lain.

Tingkah laku yang ingin menujukkan kekuatan.
Tingkah laku yang bertujuan menyakiti orang lain.

Peragaan ketidakmampuan.
Sedangkan masalah-masalah kelompok yang mungkin muncul dalam kelas :

Kelas kurang kohesif lantaran alasan jenis kelamin, suku, tingkatan sosial ekonomi, dan sebagainya.

Penyimpangan dari norma-norma tingkah laku yang telah disepakai sebelumnya.Kelas mereaksi negatif terhadap salah seorang anggotanya.“Membombang” anggota kelas yang justru melanggar norma kelompok.

Kelompok cenderung mudah dialihkan perhatiannya dari yang tengah digarap, semangat kerja rendah, kelas kurang mampu menyesuaikan diri dengan keadaan baru seperti gangguan jadwal guru terpaksa diganti sementara oleh guru lain.

Manajemen kelas dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas karena situasi dan kondisi kelas memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin. Di masa yang akan datang, diharapkan sistem manajemen kelas agar lebih ditingkatkan lagi. Perkembangan pembelajaran di dunia global semakin pesat, oleh karena itu guru kelas diwajibkan untuk memiliki kompetensi khusus dalam mengelola kelas agar suasana belajar yang menyenangkan, efektif dan efisien dapat terlaksana dengan baik.

MEMBANGUN GENERASI EMAS INDONESIA DAN BERKARAKTER.

MEMBANGUN GENERASI EMAS INDONESIA DAN BERKARAKTER. Indonesia Emas 2045 adalah sebuah impian besar tentang Indonesia yang unggul,...