Sabtu, 18 Desember 2021

Pengembangan Kualitas Hidup Melalui Program Literasi Digital




Untuk sore ini bisa mengikuti Guru Motivator Literasi Digital,  Rabu tanggal 15 Desember 2021.  Di jam 16.00 sampai jam 18.00. Di pertemuan ke 20

Kali ini narasumber kita  Ms Bams dan moderator Bapak Muliadi dengan  tema Pengembangan  kualitas hidup melalui program literasi digital

Untuk kemajuan teknologi yang sangat pesat di masa pandemi orang memaksakan untuk bisa menguasai pemanfaatan teknologi dan komunikasi apa yang disebut dengan tik seperti hanya pemanfaatan literasi digital ternyata pemanfaatan literasi digital itu perlu untuk setiap orang atau setiap guru. bagaimana kita sebagai guru harus mengikuti tren pada zamannya .

Kemajuan teknologi yang sangat pesat, dimanfaatkan untuk terus belajar berkarya, berbagi dan berbakti sebagai guru dan manusia yang mulia harus diasah kemampuan dengan adanya kepercayaan yang diberikan orang atau lembaga terhadap apa yang dikerjakan mereka bisa memberikan penilaian dengan apa yang sudah dilakukan terus-menerus.

Setiap guru wajib trendi personal, guru harus bisa memberi memberitakan bahwa keberadaan guru itu harus dirasakan manfaatnya di mana pun berada di sekolah, masyarakat, lembaga, organisasi, dan keluarga.

Apa Hubungan dengan peningkatan atau pengembangan kualitas hidup
Asah keterampilan digital, hidup adaptif dan produktif.

Dengan memaksimalkan potensi diri untuk mau belajar berkarya berbagi dan berbakti maka banyak kesempatan yang lebih baik.

Setiap manusia yang lahir di buka bumi ini yang luar biasa memiliki potensi yang ada dalam diri segala harus terus diasah hingga menjadi luar biasa kata dan kalimat yang kita dengar dan kita gunakan sesungguhnya bermakna dan berdampak luar biasa sesungguhnya kita dekat dan kita saudara kata juara adalah doa dan cita-cita agar kita bisa melakukan yang terbaik banyak orang yang mencari kebahagiaan akan tetapi kebahagiaan ternyata bisa diciptakan.

Memberikan semangat hidup jadilah alat yang ada di depan mata kita dan alat yang bisa dikendalikan agar hidup semakin baik marilah kita melakukan kebaikan sesuai kemampuan kapan saja dan dimana saja.
Literasi digital kemampuan literasi digital menjadi seorang mampu mentransformasi kegiatan Melalui penggunaan perangkat teknologi digital dengan memiliki kecakapan literasi digital. Masyarakat dapat memproses berbagai informasi memahami pesan dan berkomunikasi efektif dengan orang lain dalam berbagai bentuk.

Pemahaman literasi digital yang buruk akan mempengaruhi pada psikologis anak dan remaja yang cenderung menghina orang lain menimbulkan sikap iri terhadap orang lain mengakibatkan depresi, terbawa arus suasana hati terhadap komunikasi negatif serta terbiasa berbicara dengan Bahasa kurang sopan.

Apa itu literasi digital kecakapan kecakapan menggunakan media digital dengan etika dan bertanggung jawab untuk memperoleh informasi dan berkomunikasi.
Literasi digital membuat kita mampu 
1. Berpikir kritis kreatif dan inovatif
2. Memecahkan masalah
3. Berkomunikasi dengan lebih baik lancar
4. Berkolaborasi dengan lebih banyak orang

Manfaat literasi digital
Menghemat waktu Mencari referensi di internet dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja.

Belajar lebih cepat dan efisien mencari arti kata tertentu menggunakan aplikasi kamus besar bahasa Indonesia ( KBBI )daring.

Lebih hemat biaya banyak situs dan aplikasi gratis dan internet yang menawarkan diskon.

Memperoleh informasi terkini dengan cepat mengetahui kondisi lalu lintas terkini dengan menggunakan aplikasi.

Memperluas jaringan menambah teman baru dari berbagai wilayah dan negara melalui media sosial.

Ramah lingkungan menghemat kertas dengan menggunakan buku elektronik.

Membuat keputusan lebih baik mencari tahu dan membandingkan harga sebuah produk melalui internet.

Memperkaya keterampilan membuat percobaan sains dengan melihat tutor yang ada di internet

Adalah kerja besar pemerintah tidak bisa bekerja sendiri perlu mendapat dukungan seluruh komponen bangsa agar semakin banyak masyarakat yang melek digital ia juga merupakan apresiasi pada seluruh pihak yang terlibat dalam program literasi digital nasional diharapkan mendorong berbagai inisiatif di tempat lain dengan kerja kongkerit di tengah masyarakat agar makin cakep bermanfaat di internet untuk kegiatan edukasi dan produktif
Makin cakep di gitar terbuka bagi siapa saja yang ingin menambah wawasan dan pengetahuan mengenai literasi digital sehingga sangat diharapkan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat atau manusia pada umumnya

Alhamdulillah hari ini tanggal 15 Desember 2021 pelatihan Guru Motivasi Literasi Digital penutupan terakhir. Selama mengikuti kegiatan guru motivasi literasi digital menambah wawasan dan menambah pengetahuan  mengenal literasi digital sehingga  Guru Motivasi Literasi Digital khususnya saya sebagai peserta 20 tema yang disuguhkan oleh Guru Literasi Motivasi Literasi Digital yang diselenggarakan  oleh Ikatan Guru TIK PGRI. di bawah asuhan Bapak Wijaya Kusuma yang sehari-hari disebut dengan Om Jay Alhamdulillah di sesi ke-20 ini sesi terakhir untuk mengikuti kegiatan guru motivasi literasi digital terima kasih banyak Om Jay. Dan  terima kasih banyak motivator dan narasumber yang telah memberikan masukan-masukan tentang literasi untuk kepada Kami guru-guru yang mengikuti program menulis di guru motivasi literasi digital.


Alhamdulilah pertemuan terakhir di guru motivasi literasi digital membuat melek guru berliterasi digital dan terima kasih atas terselenggaranya program ini kepada Ikatan Guru TIK PGRI yang telah membawa kehidupan guru untuk terus menulis dan menulis serta membuat Buku

Selasa, 14 Desember 2021

Blog Pendidikan Indonesia Abad 21


Perbedaan Kurikulum Prototipe (2022) dan Kurikulum 2013

Dilatarbelakangi oleh kondisi dunia pendidikan akibat pandemi Covid-19 dan kritik terhadap Implementasi Kurikulum 2013 maka muncullah ide/gagasan dari Kemdikbudristek untuk melakukan beberapa perubahan pada kurikulum 2013. Perubahan kurikulum tersebut ramai diperbincangkan berbagai pihak dengan berbagai sebutan, ada yang menyebutnya Kurikulum Prototipe, Kurikulum 2022, Kurikulum Paradigma Baru dan sebagainya.

https://bpiabad21.blogspot.com/2021/12/perbedaan-kurikulum-prototipe-2022-dan-kurikulum-2013.html

Perubahan kurikulum tersebut salah satunya bisa dilihat pada mata pelajaran informatika yang awalnya bersifat pilihan di Kurikulum 2013, menjadi wajib di kurikulum yang baru (Kurikulum Prototipe 2022) dan akan diterapkan mulai dari jenjang SMP, karena kompetensi teknologi merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dikuasai oleh peserta didik pada abad 21 ini apalagi dalam kondisi pandemi seperti sekarang ini dimana pembelajaran berbasis teknologi (berbasis IT) menjadi solusi ketika pembelajaran tatap muka tidak bisa dilaksanakan.

Secara singkat Kurikulum Paradigma Baru atau yang disebut dengan Kurikulum Prototipe (2022) ini memiliki beberapa karakteristik antara lain :

1. Pembelajarannya dirancang berbasis projek untuk pengembangan soft skills dan berbasis karakter/character based learning (iman, taqwa, dan akhlak mulia; gotong royong; kebinekaan global; kemandirian; nalar kritis; kreativitas). 

2. Lebih fokus pada materi esensial sehingga ada waktu cukup leluasa untuk melakukan pendalaman materi pembelajaran kompetensi dasar seperti pendalaman kompetensi literasi dan numerasi. 

3. Adanya fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan murid (teach at the right level) dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal. (Sumber : Pemaparan Kemendikbud

Perbedaan Kurikulum Protoripe (2022) & Kurikulum 2013

Ada beberapa perbedaan antara Kurikulum Protoripe (2022) & Kurikulum 2013 antara lain :

1. Untuk Level TK/PAUD

Pendekatan pembelajaran yang awalnya berbasis tematik pada Kurikulum 2013, berubah menjadi fokus literasi (buku yang disukai anak-anak) pada Kurikulum Prototipe (2022).

2. Untuk Level SD

Pelajaran IPA dan IPS yang awalnya terpisah pada Kurikulum 2013, digabung menjadi pelajaran IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) pada Kurikulum Prototipe (2022), sebagai fondasi awal sebelum peserta didik mempelajari mata pelajaran IPA dan IPS terpisah di level SMP.

3. Untuk Level SMP 

Pembelajaran Informatika pada Kurikulum 2013 sebagai mata pelajaran pilihan (opsional) menjadi mata pelajaran wajib pada Kurikulum Prototipe (2022).


4. Untuk Level SMA 

Dalam Kurikulum 2013, peserta didik tingkat SMA ketika mulai masuk kelas X langsung memilih penjurusan sementara di Kurikulum Prototipe (2022) peserta didik mengambil dan menentukan peminatan pada kelas XI, karena harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan guru BK, wali kelas, dan orang tua.


Demikian postingan kali ini tentang Perbedaan Kurikulum Prototipe (2022) dan Kurikulum 2013. Semoga bermanfaat bagi para pembaca. Silakan share informasi ini kepada rekan guru lainnya jika dirasa bermanfaat. Terima kasih :)



Senin, 13 Desember 2021

Era Teknologi Bebas namun Tanggung Jawab


Untuk sore ini bisa mengikuti Guru Motivator Literasi Digital,  Senin tanggal 13 Desember 2021.  Di jam 16.00 sampai jam 18.00. Dipertemuan ke 19

Kali ini narasumber kita Ibu  Rifatun dan moderator Ibu Rosminiyati dengan  tema Era Teknologi Bebas namun Tanggung Jawab


Guru motivasi literasi digital kegiatan ini sudah di pertemuan ke-19 dimana kegiatan literasi digital yang dimulai dari pertemuan ke-1 sampai dengan sekarang pertemuan ke-19 di bulan Desember 2021  di kegiatan pelatihan guru motivasi literasi digital yang membahas kegiatan 4 pilar utama literasi digital budaya bermedia digital(Digital Culture), aman bermedia(Digital Safety), etis bermedia digital( Digital Ethics) dan cakap bermedia digital(Digital Skill).

Kegiatan literasi digital ini bertujuan untuk mendukung kecepatan transformasi digital meningkatkan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia sehingga masyarakat  dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa .

Era digital adalah suatu zaman dimana kegiatan atau aktivitas di lakukan dengan menggunakan media digital.

Jaman yang serba digital ,contoh kita bisa berada taksi dengan ada ,virus Corana ,bagi guru yang sudah mempunyai dan menguasai, laptop, Hp yang bisa menggunakan dengan maksimal, mengikuti tuntuna zaman moderen yang sekarang terlaksana zaman 4.0

Teknologi dari tahun ke tahun mengalami perkembangan.

Era teknologi adalah masa dimana informasi dapat dengan mudah , cepat dan singkat untuk di terima, disebarluaskan dan dimanfaatkan.

Perkembangan teknologi terbaru, termasuk di antaranya mesin cetak, telepon, dan Internet, telah memperkecil hambatan fisik terhadap komunikasi dan memungkinkan manusia untuk berinteraksi secara bebas dalam skala global. 

Teknologi telah memengaruhi masyarakat dan sekeliling kita. Berbagai macam penerapan teknologi telah memengaruhi nilai suatu masyarakat dan teknologi baru sering kali mencuatkan pertanyaan-pertanyaan etika baru. Sebagai contoh: meluasnya gagasan tentang efisiensi dalam konteks produktivitas manusia, suatu istilah yang pada awalnya hanya menyangkut permesinan . Dengan adanya teknologi kita bebas menggunakannya

Bagaimana cara kita menggunakan teknologi yang bebas ini ?

Sebagai seorang guru, salah satu cara menggunakan teknologi, dengan menggunakan infokus pada saat mengajar, agar materi yg begitu luas dapat terjangkau semua siswa dan membuat pembelajaran menjadi menarik.

Kita menggunakan dengan bijak, bagai pisau bermata dua. Gunakan sesuai dengan kapasitas dan hindari yang negatif.

Caranya gunakan seperlunya sesuai kebutuhan , tetap cari informasi seluas-luasnya tapi tetap saring mana yang baik dan yang buruk. Jika itu tidak berguna tidak ada manfaatnya Dan mengarah dosa berani katakan STOP  pada diri sendiri. Pilih pilih untuk kebaikan diri sendiri. Memanfaatkan  perkembangan jaman  dengan se luas - luasnya. 

Dengan mengetahui dan menguasai terlebih dahulu manfaat teknologi nya lalu menggunakannya secara bijaksana tanpa menyalahi aturannya

Nah karena kita adalah seorang pendidik, maka  kami ambil  jawaban yang ada hubungannya dengan profesi kita.

Menggunakan teknologi dengan bijak dan bermanfaat misalnya kita sebagai guru menyajikan pembelajaran yang menarik minat siswa, mengintegrasikan kompetensi untuk meningkatkan kecakapan digital dengan mengutamakan etika berdigitalisasi

1 Membantu untuk mengelola prioritas
2. Komunikasi yang lebih baik
3.Menggunakan cara yang berbeda untuk Pendidikan
4. Memanfaatkan teknologi tepat waktu

Dalam  menggunakan teknologi kita diberi kebebasan . Pemanfaatan dalam dunia pendidikan  anatar lain. Harus memperhatikan batasan-batasan norma social, karena mempunyai efek yang sangat luas terhadap kestabilan dalam berinteraksi.

Selain 4 cara diatas  memanfaatkan teknologi supaya kegiatan belajarmu jadi lebih mudah 
1. Kamus online untuk mempelajari bahasa asing
2. Menonton video pembelajaran di situs video sharing
3. Memakai aplikasi untuk penunjang kegiatan belajar
4. Manfaatkan website penyedia materi pelajaran
5. Gunakan fitur yang ada di smartphone

Dengan memanfaatkan era teknologi bebas kita bisa leluasa dalam pemanfaatanya dan menggunakan  Era teknologi  bebas namun  bertangung jawab . apa maksudnya?

 Era teknologi bebas namun bertanggung jawab jawab adalah dimana kita mempunyai kesempatan seluas-luasnya untuk memanfaatkan teknologi untuk kepentingan kita misalnya sebagai seorang guru kita bisa bebas mencari bahan ajar untuk kita ajarkan kepada anak didik kita bentuk bertanggung jawab dari kita adalah dengan menggunakannya dengan baik dan tidak menggunakannya untuk menyebarkan hal-hal buruk

 1,bebas dalam arti kita harus menjaga etika guru dan adab Pancasila 
2,tentu kita harus memperhatikan kerakter siswa ,untuk istilah guru  di tiru dan digugu.

Dunia digital saat ini sudah menjadi kebutuhan pada semua line namun perlu diingat bahwa dengan kemajuannya yang sangat pesat berarti kita jangan terlena, harus tetap bertanggung jawab dalam penggunaannya dengan tetap memiliki literasi digital dengan bijak dan cakap agar tidak mudah terperosok dalam  jurang kebebasan di era teknologi yang bertanggung jawab artinya sebagai pendidik sebagai contoh anak didik kita supaya bisa memanfaatkan teknologi dengan sebaik-baiknya, mempunyai jejak digital yang baik membuat media, bahan ajar, blogger dan lain lain.sebagai contohnya

Kita dalam menggunakan teknologi harus  bersikap tanggung jawab di tengah ruang kebebasan di media sosial. Transformasi digital, menuntut kita untuk selalu berbudaya, terutama ketika berinteraksi dengan manusia lain yang memegang otoritas atas ruang digital, dengan selalu berorientasi kepada nilai-nilai baik manusia sebagai tujuannya.

Oleh jarena itu kita harus pandai memanfaatkan  teknologi baru dan harus bertanggungjawab dalam menggunakan. Kita diberi kebebasan namun bebas yang bertanggungjawab sesuatu dengan etika di media sosial

Kita boleh bebas menggunakan teknologi namun harus bertanggung jawab terhadap apa yang kita gunakan. Pemanfaatan teknologi secara tepat waktu sangat membantu dalam pembelajaran.

era digital dengan segudang permasalahan baik dan buruknya sulit untuk dibendung. Sebagai guru/kepsek yg tinggal di desa sering kali menyaksikan anak-anak yang belum bisa menyaring sesuatu yang datang dari dunia digital, bagaimana menyikapi dan mencegah hal ini serta undang-undang IT mana saja yang harus disampaikan kepada siswa

Literasi digital merupakan kecakapan  menggunakan media digital dengan baik,  benar, dan bertanggung jawab untuk  memperoleh informasi pembelajaran,  mencari solusi masalah, menyelesaikan  tugas belajar, serta mengkomunikasikan  berbagai kegiatan belajar dengan insan  pembelajaran lainnya.
“Peserta didik tidak  sepenuhnya sadar mengenai  konsekuensi mengambar  informasi-informasi pribadi.” Nah, tugas orang tua dan  pendidik untuk membuat  anak-anak tahu mengenai  sejumlah tindakan, aturan dan  akibatnya.

Guru dapat mengedukasi peserta didik tentang pengelolaan waktu  berliterasi digital ketika pembelajaran sedang berlangsung di kelas dan  diintegrasikan dengan mata pelajaran, misalnya:

Tematik: guru memberikan pentingnya membagi waktu peserta  didik dalam beraktivitas sehari-hari seperti belajar dan bermain  serta manfaat jika mengelola waktu dengan benar;

Olahraga: bagaimana mengatasi kecanduan internet dengan  berolahraga untuk relaksasi juga membuat badan tetap sehat,

Seni Budaya Keterampilan (SBK): anak dapat mencari informasi di  internet tentang kesenian dan kebudayaan Indonesia serta mencari  video tutorial untuk membuat kreasi keterampilan tertentu.

4 Pasal UU ITE yang mengatur etika bermedia sosial. "Yakni UU No.19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). (Pasal 27,28,29,30)

Sebagai seorang guru ada kesulitan dalam menentukan kriteria mana tayangan dan aplikasi yang dapat dipilih untuk mengajar dari banyak sekali aplikasi yang di tawarakan.  bagaimana cara memilihnya? atau apakah kita ambil saja mana tayangan yang sudah ada? 

Kita selaku guru harus bisa memilah dan memilih mana yang cocok dengan dunia anak-anak. Jangan asal ambil. Kita sesuaikan dengan perkembangan anak yang cocok daan positif.

Di era digital ini membuka ruang dengan memanfaatkan era teknologi bebas dan bisa leluasa yang memegang otoritas atas ruang digital, dengan selalu berorientasi kepada nilai-nilai baik manusia sebagai tujuannya, pertanyaan saya adalah bagaimana trik/startegi narsum menyikapi perkembangan digital yang justru pengguna/user yang salah menggunakan segala macam media sosial termasuk smartphone. 

menyikapinya dengan car kita bangun paradigma berpikir kritis dengan cara membangun pertanyaan 5W+1H,  “Siapa” Yang memberikan informasi, “Apa” yang dikatakan, “Dimana” Hal itu terjadi,  “Kapan” hal itu dikatakan, “Mengapa” dan “Bagaimana”.
Sehinga kitab bisa menyikapi segi positif dan negatifnya.

Di masa pandemi seperti sekarang ini kita harus kreatif, produktif dan inovatif salah satu hal yang dapat kita lakukan yaitu memulai untuk berbisnis.  Apakah hobi dapat dijadikan sebagai peluang usaha jangka panjang atau jangka pendek ? 

Saat ini banyak sekali bisnis yang dikembangkan berawal dari hobi. Gamers, web designer, sosial media specialist ini adalah beberapa trend pekerjaan yang dulunya mungkin tidak kita anggap sebagai peluang pekerjaan tapi sekarang justru menjadi sebuah peluang baru. Hobi apapun pasti bisa menghasilkan pendapatan asalkan kita bisa bijak mengalokasikannya untuk hal positif dan dengan ditambah oleh kreativitas

Marilah kita bersama-sama bisa memanfaat era teknologi/ digital  dengan bebas namun pilihlah teknologi/ digital  yang sesuai dengan kita, Pilih yang cocok dan positif dengan etika yang baik dan penuh tanggungjawab.

Dengan  acara kegiatan GMLD hari ini moderator, narasumber dan saya sendiri sebagai peserta GMLD mengucapkan terima kasih telah bisa mengikuti kegiatan pelatihan GMLD Di PGRI selama kegiatan ini berlangsung sampai hari ini Alhamdulillah saya terus mengikuti kegiatan-kegiatan yang telah narasumber serta moderator berikan materi yang lebih cakap dan lebih bijak bagi masyarakat, terus update yuk literasi digital dan jangan lupa untuk terus mengikuti kegiatan GMLD gunakan juga tagar makin cakep digital dalam setiap postinganmu terkait literasi digital. Baik lewat WhatsApp, Instagram, Facebook, YouTube salam literasi digital dan terima kasih

Sabtu, 11 Desember 2021

Ciptakan Peluang Melalui Literasi Digital


Untuk sore ini bisa mengikuti Guru Motivator Literasi Digital,  Jumat tanggal 10 Desember 2021.  Di jam 16.00 sampai jam 18.00. Dipertemuan ke 18

Kali ini narasumber kita Ibu  Leni Priska dan moderator Pak Deni Darmawan  mengusung tema Ciptakan peluang melalui literasi digital

Kominfo bekerja sama dengan jaringan penggiat literasi digital (jafelidi) dan siberkreasi meluncurkan seri literasi digital yang memfokuskan pada empat tema besar: cakap bermedia digital, budaya media digital, etis media digital, dan Aman bermedia digital.

Untuk mengikuti perkembangan dunia digital secara baik, produktifitas, dan sesuai nilai-nilai yang dijunjung tinggi dalam kehidupan berbudaya berbangsa dan bernegara.

Digitalisasi telah menjadi pengaruh yang sangat luas pada budaya. Walau begitu digitalisasi tidak boleh mereduksi nilai-nilai kebangsaan. menjadi warganet yang baik adalah dengan berpikir kritis, Jangan pernah memutus silaturahmi walaupun berbeda pandang, dan membuat kaloborasi dari sisi manapun supaya bisa mengkampanyekan literasi digital. 

Bagaimana jika hal itu membentuk karakter yang susah untuk bersosialisasi dan beradaptasi di dunia Internet memang sangat mengarahkan penggunanya menjadi individualis namun tetap harus menggunakan etika-etika maka penting untuk dibekali dengan literasi digital terutama di masa pandemi ini.

Literasi digital adalah kerja besar titik pemerintah tidak bisa bekerja sendiri titik perlu mendapatkan dukungan seluruh komponen bangsa agar semakin banyak masyarakat yang melek digital kerjasama yang konkrit di tengah masyarakat agar makin cakap memanfaatkan internet untuk kegiatan edukatif dan produktif.

Makin cakep digital terbuka bagi siapapun yang ingin menambah wawasan dan mengetahui mengenai literasi digital disini diharapkan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat dengan berbagai macam tema yang pastinya mendukung kesiapan masyarakat Indonesia dalam bermedia digital secara baik dan etis. Sumber dari siberkreasi 

Di dunia akademik literasi informasi dan literasi digital itu perlu berjalan bersamaan

ciri-cirinya

Kritis, berintergritas, disiplin, dan inovatif.

Transformasi digital adalah penggunaan teknologi digital untuk menciptakan hal baru atau untuk memodifikasi hal lama sehingga berdampak pada berbagai aspek kehidupan yaitu budaya politik ekonomi, pendidikan seni dan lain-lain.

Tidak dapat dipungkiri bahwa kedua dunia ini saling beririsan dan mempengaruhi sehingga perlu diketahui peran dunia akademik dalam rangka mendukung terjadinya transformasi dan perkembangan teknologi yang terlihat seakan tidak ada hentinya.

Literasi Informasi adalah kecakapan memanfaatkan teknologi digital untuk memproduksi pengetahuan dan menyebabkan budaya dan pemberdayaan informasi menularkan budaya kritis dan inovatif dalam mengolah informasi dan pengetahuan. Nah daripada itu maka teknologi informasi dan komunikasi itu semakin mendekat maka keduanya harus saling kolaborasi agar tidak terjadi simpang siur atau kekacauan.

Bagaimana pemanfaatan pelajar kita dalam hal positif yaitu dengan mengikuti event-event atau sinar-sinar tentang literasi digital kemudian memberikan iPhone khusus di sekolah seperti lomba-lomba hingga ada hal yang mestimulasi belajar itu untuk berkompetisi.

Pembangunan teknologi Indonesia tertinggal di negara G20 sumber percakapan bermedia digital http://ditpsd.kemedikbud.go.id

Sekolah di Finlandia memiliki dasar pendidikan semua orang harus bisa memiliki akses yang sama untuk mendapatkan pendidikan dan pelatihan berkualitas tinggi pendidikan sekolah diatur oleh undang-undang Irlandia.

Irlandia sendiri adalah suatu negara yang terletak di Eropa utara cara merupakan anggota dari uni emirat Irlandia adalah negara republik parlementer dengan pemerintah pusat di ibukota Helsinki.

Irlandia mempunyai sistem pendidikan yang baik yang disebut terbaik di dunia.

Prinsip utama pendidikan sekolah di Finlandia;

  1. Sekolah dimulai pada usia 7 tahun. Usia 7 tahun menunjukkan kematangan psikologi anak untuk mengikuti pendidikan formal. 
  2. Fasilitas perpustakaan ada di mana-mana. Di sekolah dari tingkat dasar sampai ke perguruan tinggi, di desa-desa sampai ke mall dan tempat-tempat umum lainnya. Program perpustakaan sangat kreatif, sehingga perpustakaan menjadi tujuan favorit masyarakt Finlandia
  3. Materity package dilengkapi buku. Disediakan buku paket ibu-ibu yang melahirkan berisi buku tentang paket-paket kebutuhan bayi, dan cara merawat bayi agar bisa tumbuh kembang dengan sempurna. Keluarga  merupakan gerbang pendidikan yang utama dan pertama.
  4. Bacakan dongeng sebelum tidur. Dongeng itu sangat baik, karena bias masuk kealam bawah sadar anak dan itu bias membuat anak menjadi cerdas. 
  5. Acara TV asing dilarang dialihsuarakan. Melatih anak membaca teks dengan cepat untuk bisa memahami acara yang ada di TV tersebut.
Menciptakan peluang. 

Dalam menciptakan peluang harus mempertimbangkan hal-hal berikut:
  1. Kebutuhan. Dalam menciptakan peluang harus memperhatikan kebutuhan masyarakat saat ini. Sesuaikan dengan kebutuhan pangsa pasar yang sedang trend dan in sehingga banyak dicari masyarakat.
  2. Kemampuan. Sesuaikan dengan kemampuan kita masing-masing dengan ATM. Amati, Tiru, Modifikasi.
  3. Hobi. Menciptakan peluang sesuai dengan hobi akan sangat mengasyikkan.
  4. Lokasi. Pilihlah lokasi yang strategis dan mudah dijangkau sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekitar.
  5. Usaha. Mulailah merintis usaha, sebar info-info tentang usaha kita melalui pamflet dan flyer. Masifkan melalui media sosial yang kita punya.
Dari paparan materi tersebut kita bisa merasakan begitu banyak manfaat literasi digital.

Apa saja manfaat Literasi Digital? Setidaknya ada 8 manfaat literasi digital:

Ada delapan manfaat dalam Literasi digital jika dibandingkan jika bekerja tanpa digitalisasi;

1. Menghemat waktu,

2. Menghemat biaya,

3. Memperluas jaringan,

4. Membuat keputusan lebih baik,

5. Belajar lebih efektif dan efisien,

6. Memperoleh informasi terkini dengan cepat, tapi juga harus hati-hati,

7. Ramah lingkungan, misalnya ada pengurangan kertas jika ujian daring,

8. Memperkaya ketrampilan.

Sesuai dengan judul materi sore ini yaitu Ciptakan Peluang Melalui Literasi Digital, diakhir materi peserta diminta membuat promosi dari usaha yang dimiliki, atau boleh juga membuat materi bahan ajar, atau apapun. Promosi bisa menggunakan aplikasi Canva atau Doraatoon boleh berupa flyer atau video.

Contoh ;mengikuti pelatihan menulis di PGRI  asuhan Om Jay. Dari gelombang 1 Sampai  sekarang gelombang ke 22 .kemudian kita berlatih cara menulis dari mulai copy paste dan baca literasi sampai bisa menulis sendiri untuk membuat resume berasal dari narasumber dan Kita tambahkan  sumber yang ada dari narasumber serta tambahan dari literasi yang kita baca serta ide pemikiran sendiri.

Jadi pertama ketrampilan itu harus terus di asah dan dikembangkan agar semakin terampil dan menghasilkan tulisan yang kita tulis atau sebuah buku. 


Kedua kita harus mempromosikan produk yang kita buat dan kita produksi biar lebih mudah memasarkan gunakan media sebagai sarana dan prasarana untuk memasarakannya, terutama gunakan  internet. Atau aplikasi yang diperkenalkan oleh narasumber DORATOON.COM

Untuk hari ini mengikuti pelatihan GMLD walau tidak bisa mengikuti via zoom alhamdulilah bisa melihat dari media. Doratoon.com yang di bagikan oleh narasumber serta yutube yang dibagikan oleh penyelengara..

Rabu, 08 Desember 2021

BERBAGI PRAKTEK LITERASI DIGITAL


Untuk sore ini bisa mengikuti Guru Motivator Literasi Digital,  senin tanggal 08 Desember 2021.  Di jam 16.00 sampai jam 18.00. Dipertemuan ke 17

Kali ini narasumber kita Bunda Maria Sumakul Muliadi dan moderator Ms Phia mengusung tema Berbagi Praktik Baik Literasi Digital


Di GMLD hari ini menjadi Narasumber Sahabatku di KOGTIK Dan sama sama penulis buku INFORMATIKA ,bedanya bunda Maria Menulis  untuk buku kelas Sekolah Dasar INFORMATIKA, disamping membuat buku bareng grup, Bunda Maria Sumakul juga membuat buku CODING sendiri .

BERBAGI PRAKTEK LITERASI DIGITAL 

Sebelum kita membahas tentang praktek apa itu literasi digital saat ini saya akan sedikit membahas tentang data penggunaan internet di Indonesia dan teman-teman bahwa di Indonesia dunia Internet sangat begitu luar biasa ya penggunaannya ya yaitu jumlah pengguna sekitar 274,9 juta jadi 57% terus pengguna ponsel itu sekitar 245,3 juta pengguna internet 202,6 juta.

Itu Indonesia sangat tinggi sekali terutama untuk penggunanya adalah 274,9 juta sebelum kita membahas tentang literasi digital ya terus pengguna ponsel juga sungguh luar biasa sampai 345 juta pengguna sampai dengan pengguna internet 202,6 dan pengguna media sosial 170 juta

Data terbaru yang dirilis oleh we are social and HootSuite pada Februari 2002 satu dalam laporan tahunan berjudul Indonesia Digital repot 2021 informasi dan pemanfaatannya

Sedangkan aktivitas masyarakat pengguna internet itu juga sangat luar biasa sekali ya baik itu internet di first media sosial online games poskes broadcast musik dan sebagainya

Sangat luar biasa penggunaan internet di Indonesia

Hari ini saya diberi kesempatan untuk membahas tentang literasi digital ya tapi sebelumnya kita harus tahu teman-teman apa sih literasi digital

Literasi digital adalah pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digital alat-alat komunikasi atau jaringan dalam menemukan mengevaluasi menggunakan membuat informasi dan memanfaatkannya

Kalau kita lihat di sini ya jadi sebetulnya literasi digital itu seperti itu dan pengertiannya sendiri literasi digital adalah literasi digital merupakan pengetahuan dan kecakapan dalam memanfaatkan media digital seperti alat komunikasi jaringan internet.

manfaat literasi digital saya sudah sampaikan di gambar ya bawa menambah wawasan sampai dengan menambah kemampuan individu dalam membaca merangkai kalimat serta memenuhi informasi.

Hubungan literasi digital dan dunia pendidikan ini agak tulisannya ada yang gede dan kecil literasi digital mampu mengembangkan dunia pendidikan literasi digital yang semakin baik akan membuka akses terhadap informasi yang lebih luas dengan cara ini kualitas sektor pendidikan dapat ditekan apa ditingkatkan jadi hubungan literasi digital nya di dunia pendidikan sungguh besar ya teman-teman

Relevansi literasi digital pada pembelajaran di masa pandemi menurut pak madi Makarim sendiri mengungkapkan bahwa pemanfaatan teknologi mampu akselerasi transformasi pendidikan dan mendorong lompatan kemajuan khususnya di masa pandemi covid 19 namun terdapat syarat wajib yang harus dipenuhi yaitu pemanfaatan teknologi secara tepat sasaran dan kecakapan digital kecakapan digital mencakup kemampuan dalam mengelola dan memanfaatkan sumber-sumber digital secara bijak

Relevansi digital pada pembelajaran di masa pandemi ini kalau kita lihat diharapkan kita mempunyai kecakapan digital budaya digital etika digital dan keamanan digital keempat ini merupakan pondasi ya yang harus kita ajarkan kepada anak didik kita pada saat ini karena majunya teknologi yang ada cepatnya penggunaan apa pencarian data di internet sehingga kita diwajibkan bahwa kita harus mempunyai empat kecakapan digital ini yang kecakapan digital yaitu kemampuan individu dalam mengetahui memahami dan menggunakan terus budaya digital kemampuan individu dalam membaca menguraikan membiasakan memeriksa dan membangun kawasan yaitu etika digital dan seterusnya

Kenapa literasi digital harus diajarkan dalam dunia pendidikan yaitu karena dekatnya anak-anak dengan media sosial ia teman-teman dan rentang terhadap pengaruh negatif karena kita kalau kita tahu di media sosial sungguh luar biasa bahaya-bahaya yang akan dihadapi oleh anak didik kita kemudian Dengan pemahaman literasi digital juga bisa mencegah.

Terjadinya 

Menikmati kebersamaan apa Dengan pemahaman literasi digital juga bisa mencegah terjadinya cyber bullying atau fishing atau penipuan dengan berkedok iming-iming di dunia digital inilah yang perlu diedukasi kan kepada anak-anak kita.

contoh literasi digital di sekolah yaitu komunikasi dengan guru atau teman menggunakan media sosial mengirim tugas sekolah lewat email pembelajaran dengan cara online ya ini lewat aplikasi ataupun web yang keempat mencari bahan ajar dari sumber terpercaya di internet kalau di rumah melakukan penelusuran dengan menggunakan browser mendengarkan musik dan menonton TV terus menggunakan layanan streaming resmi melihat tutorial memasak atau yang lain-lainnya dan serta menggunakan laptop yang tersambung ke internet untuk mengerjakan tugas.

Tujuan pembelajaran literasi digital di sekolah yaitu tujuannya untuk meningkatkan kapasitas guru untuk menyajikan pembelajaran yang menarik bagi siswa melalui pemanfaatan media digital.

Yang kedua mengintegrasikan kompetensi dasar dalam pembelajaran untuk meningkatkan kecakapan digital.

Yang ketiga menumbuhkan karakter baik melalui pemanfaatan media digital dengan mengutamakan etika dan norma sosial

manfaat literasi digital bagi siswa  yang penting

Yaitu meningkatkan kemampuan siswa untuk lebih kritis dalam berpikir serta memahami informasi yang kedua menambah penguasaan kosakata siswa dari berbagai informasi yang dibaca ketika meningkatkan kemampuan verbal siswa dan keempat literasi digital dapat meningkatkan daya fokus serta konsentrasi siswa.

Ada beberapa sekolah yang sudah menerapkan
kolaborasi jadi kalau SMK kita sudah praktek baiknya itu kolaborasi seluruh mata pelajaran jadi saya masuk di karena komputer itu masuk keterampilan jadi saya bekerja sama dengan teman-teman guru baik matematika agama sampai dengan PJOK ya itu membuat kolaborasi di mana anak-anak menghasilkan produk yang sama-sama kita nilai itu prosesnya ada yang mereka membuat apa membuat ppt.

kendala ya kendala akan kemampuan tentang dunia digital sebetulnya sih dari guru sendiri memang harus semangat terus ya jadi kita harus apa mau mengeksplor diri kita untuk bisa gitu apalagi sekarang saya yakin dengan adanya PJJ ini ada plus minusnya juga jadi plusnya banyak guru-guru yang tadinya tidak mau belajar tentang ya internet atau penggunaan media elektronik ya menggunakan literasi digital akhirnya dengan sendirinya akan belajar dan tinggal memang dilatih terus terutama di sini juga akan berbagi ya untuk teman-teman bisa dibekali untuk bisa mengembangkan kemampuannya.

Senin, 06 Desember 2021

Pengembangan kualitas Hidup Melalui Melalui Literasi Digital

Pengembangan kualitas Hidup Melalui Melalui Literasi Digital

Untuk sore ini bisa mengikuti Guru Motivator Literasi Digital,  senin tanggal 06 Desember 2021.  Di jam 16.00 sampai jam 18.00. Dipertemuan ke 16

Kali ini narasumber kita pak Muliadi dan moderator Mr Bams mengusung tema Pengembangan kualitas Hidup Melalui Melalui Literasi Digital

Pada kesempatan yang baik ini, narasumber kita akan menyampaikan materi dengan tema *Bijak menggunakan media sosial*

 kita tahu bahwa medsos saat ini telah menguasai kita. sebagian besar kita sangat tergantung dengan medsos.

 Berbagai aplikasi yang terbaru dan itu termasuk dalam media sosial bermunculan dan tentu kita sebagai guru atau profesi apapun harus bijak dalam menyikapi makin maraknya medsos ini

Medsos merupakan media yang digunakan masyarakat untuk mengkomunikasikan kepada pihak lain baik perseorangan atau publik.

Jaman dulu kita tak mengenal Medsos. Adanya hanya TV dan radio

Hp juga masih ada medsosnya SMS

 Muncul lagi yang sempat mendudia BBM atau Blac Bery Messangger

 semua demam BBM, seiring waktu Black bary kalah pamor oleh Anroid.

 BBM tahun 2017 masih digunakan dari andoid, makin kesini makin redup dan hilang.

semua demam BBM, seiring waktu Black bary kalah pamor oleh Anroid.

 Munculah Watt Ap atau WA

 Wa ini sebenarnya adalah produk dari Face book, hanya saja lebih sederhana, dan sesuai dengan yang dibutuhkan konsumen 

saat ini WA yang merajai di jagat permensos.

Bisa utk tlp, bisa chat, bisa kirim voice note, bisa kirim foto, dan video

kemudian muncul medsos pesaingnya seperti  Telegram, Twetter dan Instagram dll  dengan kelebihan dan kekurangannya
Bijak menggunakan media sosial

1. Selalu menggunakan akal budinya; pandai; mahir
contoh: 'bukan beta bijak berperi 
engkau memang bijak'
2) pandai bercakap-cakap; perah lidah

maknanya menempatkan sesuatu pada tempatnya

Nah orang bijak artinya orang yang pandai menempatkan sesuatu sesuai dengan peruntukannya.
Demikian pula dengan bermedsos....jika kita ingin disebut bijak maka tempatkan medsos itu sesuai fungsinya

Media sosial adalah sebuah media daring yang digunakan satu sama lain yang para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berinteraksi, berbagi, dan menciptakan isi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.

Dari semua medsos itu coba saya ingin tahu. Medsos apa yang paling sering Bapak dan Ibu gunakan???

Wa, FB, Ig, blog, internet, YouTu

sebenarnya manfaat Medsos bagi kita ?

Medsos bermanfaat untuk : 
1. menjalin silaturahmi, 
2. menambah relasi, 
3. bisnis, dan 
4. sebagai wadah untuk menunjukkan karya mereka.

Medsos itu bagaikan pisau dia itu netral bisa untuk hal baik bisa juga utk kejahatan\tergantung penggunanya.

Medsospun demikian.  Kalau kita manfaatkan untuk hal positif maka beribu kebaikan kita raih.

misalnya kita rajin posting makanan olahan kita, baik di status Wa, Fb, IG dan lainnya

 Eh ada teman order, awalnya 1 tambah 2 dan terus makin banyak. jadi deh kita pengusaha kuliner atau posting berbagai pakaian kebutuhan harga murah modelnya Ok

Sekali lagi Bijak dalam Bermedsos akan menimbulkan semangat dan Manfaat
mari kita bijak karena bijak adalah pilihan sedangkan tua adalah kepastian

Demikianlah materi inti dari Narasumber kita yang luar biasa pada sore ini.

Jumat, 03 Desember 2021

Literasi Digitalisasi Menciptakan Kemampuan dan Kesempatan




Untuk sore ini bisa mengikuti Guru Motivator Literasi Digital,  senin tanggal 03 Desember 2021.  Di jam 16.00 sampai jam 18.00. Dipertemuan ke 15. 

Kali ini narasumber kita pak brian dan moderator Helwiyah mengusung tema Literasi Digitalisasi Menciptakan Kemampuan dan Kesempatan

Dari kompas.com merupakan pengetahuan yang menjawab pengetahuan serta kecakapan dalam memanfaatkan media Digital media digital tadi sudah dibahas komunikasi internet dan lainnya jadi kita tidak terima komputer itu setelah 7 tahun kita menyikapinya dengan literasi percakapannya seperti apa ini diberi warna diberi warna yang tidak menemukan mengerjakan mengevaluasi menggunakan membuat serta memanfaatkannya dengan pijat cerdas cermat dan tepat sikap kita terhadap media digital jangan sampai disalahgunakan media digital harus digunakan secara bijak dan tepat kita tidak hanya memanfaatkan yang tidak hanya menggunakan tapi juga menemukan mengevaluasi mengerjakan dan bahan membuat hanya menerima informasi yang membuat informasinya tidak hanya sebagai konsumen bisa memproduksi bahan-bahan digital
Literasi Digitalisasi Menciptakan Kemampuan dan Kesempatan

memanfaatkan secara bijak. contoh media digital seperti dibawah ini :


Literasi digital diperlukan dalam penggunaan teknologi. salah satu komponen dalam lingkungan belajar dan akademis yaitu literasi digital. penerapan literasi digital dapat membuat  jauh lebih bijak dalam menggunakan serta mengakses teknologi. kemampuan untuk menggunakan teknologi sebijak mungkin demi menciptakan interaksi dan komunikasi yang positif.

 

Literasi Digital adalah kecakapan untuk menggunakan media digital dengan bantuan jaringan untuk menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi dan memanfaatkan secara bijak. contoh media komunikasi.

Literasi Digital

untuk  Dikutip dari buku Peran Literasi Digital di Masa Pandemic (2021) karya Defri Suhardi, literasi digital merupakan pengetahuan serta kecakapan pengguna dalam memanfaatkan media digital, seperti alat komunikasi, jaringan internet dan lain sebagainya.

untuk Kecakapan pengguna dalam literasi digital mencakup kemampuan untuk menemukan, mengerjakan, mengevaluasi, menggunakan, membuat serta memanfaatkannya dengan bijak, cerdas, cermat serta tepat sesuai kegunaannya

Kemampuan dan Kesempatan Dari Media Digital

Memperoleh wawasan dan informasi baru Mengembangkan diri
 Meningkatkan skill
 Tambahan Penghasilan (Bisnis Online)
Menjalin relasi

https://youtu.be/B_ReXAWrUlI

Rabu, 01 Desember 2021

Menjelajah Alam Digital yang Luas*

*Menjelajah Alam Digital yang Luas*



Untuk sore ini bisa mengikuti Guru Motivator Literasi Digital,  senin tanggal 29 Nopember 2021.  Di jam 16.00 sampai jam 18.00. Dipertemuan ke 14. 

Kali ini narasumber kita Ibu MAESAROH,M.Pd  dan moderator Ms.Ms.Ms.phia mengusung tema Menjelajah Alam Digital yang Luas*


Jangankan kita sebagai seorang guru, bahkan anak2 didik kita, mereka ada yang jadi selebgram, seleb tiktok, serta seleb fb. Karena apa? Karena pengaruh dunia digital begitu luas.

Namun, tanpa kita sadari, dari sekian aplikasi dunia maya yang mereka gunakan, terkadang hanya membawa mereka terjerumus pada pergaulan yang salah. Gaul sih iya, tapi tak berliterasi. Sehingga mereka gampang jadi penyebar informasi HOAKS.
.
Untuk itu, yang akan saya bahas di sini adalah penekanan literasi pada alam digital. Tepatnya literasi di media digital.

Untuk mengembangkan budaya literasi generasi penerus bangsa, di perlukan kecakapan dalam menggunakan media digital dengan beretika dan bertanggung jawab agar mendapatkan informasi yang akurat dan akuntabel. Cerdas bermedia sosial berarti cerdas berliterasi. Perlu edukasi yang massif dalam menggerakkan literasi digital agar setiap individu dapat dengan mudah memahami informasi dengan benar.

Apa saja yang kecakapan dalam dunia digital?
Ada 4 Pilar/Dasar dalam memahami literasi digital.

Menjelajahi dunia digital tentu perlu kecakapan, agar kita mampu memiliki wawasan yang luas. Tak hanya luas dalam menjelajahi dunia maya saja. Tetapi juga luas secara intelektual

Ada 4 Pilar dalam mengembangkan Literasi Digital

1. *Digital Culture* cakap  bermedia digital dengan memanfaatkan media digital sebagai alat untuk menghubungkan satu koneksi menuju seluruh dunia
2. *Digital Safety* cakap dalam melindungi diri dan aset digital ketika sedang berada di dunia digital.
3. *Digital Ethics* etis dalam menggunakan dunia digital dengan tidak menyalahgunakan alat digital sebagai penyebar informasi HOAKS
4. *Digital Skill* cakap secara teknologi dalam menggunakan piranti digital sebagai alat untuk mengup grade pengetahuan. Adapun kecakapan dalam hal ini perlu meliputi 8 kecakapan diantaranya : Cakap dalam memakai ilmu *Coding, Collaborator, Cloud software, Word Processing software, Screen Casting, Personal digital archiving, Information Evaluasi On, Use of sosial media*

Menjelajah alam digital/alam maya. Adalah sebuah alam yang memberi koneksi antara *satu individu dengan individu lainnya (jauh menjadi dekat)* lewat kecanggihan sebuah teknologi.

Seperti yang kita ketahui alam media digital yang kerap kali kita gunakan, adalah aplikasi sosmed berupa *WA, IG, FB, Twitter serta perangkat google dengan segala produknya*.

Sebagai seorang guru tentu kita mengetahui sebagian besar anak didik kita sudah menggunakan piranti digital. Mereka sangat pandai bergaul di dunia maya. Tak jarang ketika gurunya belum mengerti sebuah aplikasi, tetapi anak muridnya sudah mahir menggunakan medsos. Itulah sebabnya mengapa begitu penting bagi kita untuk menggaungkan *literasi digital* terhadap anak didik kita ataupun masyarakat di lingkungan kita. 

Tak sedikit dari siswa kita yang terkadang salah kaprah dalam penggunaan media sosial.

Pemahaman yang cukup mengenai dunia digital bagi kalangan anak muda dan keterbukaan informasi di media sosial yang memberikan dampak negatif penggunaan media sosial seringkali dialami oleh anak muda hususnya para pelajar.

Usia muda atau remaja berasal dari kata *adolesence* yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Istilah adolesence mempunyai arti yang lebih luas lagi, yaitu mencakup *kematangan mental, emosional sosial dan fisik*. Usia remaja adalah masa peralihn dari kanak-kanak menuju dewasa yang dialaminya dalam tiga tingkatan yaitu praremaja 10-12 tahun, remaja awal 13- 16 tahun dan remaja akhir 17-21 tahun.

Dalam menyongsong abad 21 dimana adanya implementasi pembelajaran melalui mesin (komputasi) segala informasi tersedia dengan luas, dimana saja dan kapan saja. Maka, digital literasi menjadi penting untuk membangun pendidikan yang berintergrasi pada  pergeseran pembangunan pendidikan ke arah ICT, sebagai salah satu strategi manajemen pendidikan 21 yang di dalamnya meliputi tata kelola kelembagaan, dan sumber daya masunia. Untuk itu,  edukasi dari berbagai pihak sangat membantu dalam meningkatkan budaya cerdas berliterasi agar para generasi penerus bangsa mampu menyarig  informasi  dengan baik yang beredar dari media sosial.

Pemahaman literasi digital yang buruk akan berpengaruh pada dampak psikologis anak dan remaja yang cenderung menghina orang lain, menimbulkan sikap iri terhadap orang lain, mengakibatkan depresi, terbawa arus suasana hati terhadap komentar negatif, serta terbiasa berbicara dengan bahasa kurang sopan. Atas dasar pandangan tersebut, hal inilah yang menyebabkan dampak buruk dalam berinteraksi. 

Setuju ataupun tidak, patut kita refkeksikan hal ini.

Apabila penggunaan piranti digital terlampau tinggi, maka mereka akan cenderung mengalami *Digital Fatigue*

Ciri-ciri Digital Fatigue

Perasaan lelah, bosan, malas, dengan berbagai kegiatan digital seperti zoom meeting, webinar, media sosial, dan berbagai platform digital lain.
Mata terasa sakit, lelah, dan perih.
Mata terasa sakit, lelah, dan perih.
Sakit kepala dan migrain.
Nyeri otot leher, bahu, atau panggung.
Sensitif terhadap cahaya.
Gangguan pada fokus, konsentrasi, dan memori.
Merasa putus asa dan tidak berdaya.
Kewalahan menghadapi situasi yang berulang.
Badan terasa lemah, lesu, tidak bertenaga, dan malas bergerak.
Muncul perilaku yang aneh dan tidak wajar.

Untuk itu seorang guru perlu menjadi stakeholder dalam pengembangan *literasi media* karena media merupakan alam maya yang mampu membawa kita terhubung pada dunia yang lebih luas

Ada 5 kecakapan yang perlu dikuasai dalam berliterasi media bagi pelajar dan semua kalangan.

1. *Photo visual* literacy
Kemampuan untuk membaca dan menyimpulkan informasi dari visual.
2. *Reproduksi literacy*
Kemampuan untuk menggunakan teknologi digital untuk menciptakan karya baru dari pekerjaan.
3. *Percabangan literacy*
Kemampuan untuk berhasil menavigasi di media non-linear dari ruang digital.
4. *Informasi literacy*
Kemampuan untuk mencari, menemukan, menilai dan mengevaluasi secara kritis informasi yang di temukan di web.
5. *Sosio-emosional* literacy 
Kemampuan yang mengacu pada aspek-aspek sosial dan emosional yang hadir secara online, apakah itu mungkin melalui sosialisasi, dan berkolaborasi, atau hanya mengkonsumsi konten.

Untuk itu, perlu kita fahami 8 elemen esensial untuk mengembangkan literasi ddigital

8 elemen esensial yang diperlu kita kembangkan dalam bermedia digital yang baik

Sadar atau tidak, kita adalah bagian dari dunia. Alam maya membawa kita terbang dari satu tempat ke tempat lain, dari satu negara menuju negara lain.

Dari sekian media sosial yang dipakai sebagian besar rakyat dunia, perlu literasi media yang massif agar kita mampu menggenggam dunia dengan cara yang benar

1. Perhatian 
Kemampuan untuk mengidentifikasi ketika dibutuhkan fokus perhatian dan mengenali ketika multitasking bermanfaat. Perhatian dapat dicapai dengan memahami bagaimana pemikiran orang. Akan sulit untuk memfokuskan perhatian karena pikiran kita cenderung berjalan acak.
2. Partisipasi
Mengetahui kapan dan bagaimana partisipasi merupakan hal penting. Partisipasi memberikan pengguna pengalaman berbeda saat menjadi produktif. Partisipasi dalam media sosial dibedakan menjadi dua yaitu netizen aktif dan netizen pasif. Netizen aktif merupakan pengguna media sosial yang ikut memberikan post di media sosial. sedangkan pengguna pasif merupakan pengguna media sosial yang hanya membaca lini masa media sosial tanpa memberikan posting-an.
3. Kolaborasi
Pengguna dapat mencapai lebih dengan bekerja sama dibandingkan dengan bekerja sendirian. Melalui kolaborasi, redudansi dapat dihilangkan dan pekerjaan dapat didistribusikan. Adanya kolaborasi memungkinkan masyarakat berbagi sumber daya dan membangun ide lain.
4. Kesadaran jaringan
Jaringan sosial saat ini diperluas dengan adanya teknologi. Saat ini masyarakat dapat menjadi anggota dari newsgroup, komunitas virtual, situs gossip, forum dan organisasi lainnya. Pemahaman mengenai sosial dan jaringan teknis.
5. Pemakaian secara kritis
Pemakaian secara kritis adalah evaluasi tentang apa dan siapa yang dapat dipercayai. Sebelum mempercayai, mengkomunikasikan, atau menggunakan apa yang ditulis oleh orang lain, ada baiknya melakukan identifikasi. Cek klaim yang terdapat dalam informasi tersebut, lihatlah latar belakang penulis, sumber daya dan keakuratannya.

Literasi media sosial merupakan suatu keterampilan yang diperlukan untuk tetap dapat melakukan aktifitas ber-media sosial dengan aman. Sebagai warganet yang baik, kita harus mampu menyaring dan memberikan informasi yang edukatif. Sesuai dengan istilah media sosial yang dikemukakan oleh (Taylor & Francis Online, 2014) bahwa media sosial memiliki akronim sebagi berikut:
1. Sharing views
2. Optimizing Knowledge
3. Collaborating on projects
4. Investigating new ideas
5. Advocacy for your service provision
6. Learning from others
7. Making new connections
8. Enhancing your practice
9. Debating the future
10. Inspirational support
11. An essensial tools for your information toolbox

Media sosial yang kental dengan kehidupan masyarakat saat ini, menunjukkan bahwa animo masyarakat terhadap kebutuhan informasi juga meningkat. Sebenarnya hal ini merupakan hal yang baik. Sayangnya, karena media sosial merupakan salah satu arena untuk menyebarkan informasi, maka ada banyak informasi yang simpang siur.

Membangun mental digital berarti membangun karakter para generasi bangsa menuju masa emas 2045

Generasi milenial dalam dunia digital akan terus menggelinding dan akan menjadi pemimpin bangsa di masa depan

Target Indonesia emas (2045) akan tercapai bila generasi milenial saat ini melek wawasan kebangsaan, dan menguasai literasi kebangsaan.

Sarat cerdas berliterasi digital adalah memiliki karakter kebangsaan yang perlu dijunjung  tinggi dan harus menjadi poin utama dalam berbagai aspek. Beberapa nilai-nilai karakter yang perlu ditanamkan diantaranya:
1. Nilai Kejujuran
2. Nilai Semangat
3. Nilai Kebersamaan atau Gotong royong
4. Nilai Kepedulian  atau solidaritas
5. Nilai Sopan santun
6. Nilai Persatuan dan Kesatuan
7. Nilai Kekeluargaan
8. Nilai Tanggungjawab

MEMBANGUN GENERASI EMAS INDONESIA DAN BERKARAKTER.

MEMBANGUN GENERASI EMAS INDONESIA DAN BERKARAKTER. Indonesia Emas 2045 adalah sebuah impian besar tentang Indonesia yang unggul,...