Rabu, 16 Februari 2022

Memanfaatkan Media Sosial sebagai Media Belajar Digital





Media belajar dan media sosial adalah dua hal yang berbeda. Dua hal tersebut juga seringkali berseberangan dalam tujuan penggunaannya. Media sosial identik dengan kesenangan sementara media belajar identik dengan pembelajaran. Namun kedua hal tersebut jika digabungkan bisa menjadi hal yang menarik dalam sebuah pembelajaran. 

Ya, media sosial adalah tempat di mana siswa biasanya sering menghabiskan waktu. Para guru dan orang tua sering jengkel ketika melihat anak-anaknya bermain media sosial ketika datang waktu belajar. Sementara bermain di media sosial adalah sebuah kesenangan bagi para siswa sendiri. 

Pasalnya, media sosial ini banyak menyuguhkan hal yang menarik bagi para siswa. Ya, di media sosial tersebut siswa dapat berinteraksi dengan teman-temannya di dunia maya. Di media sosial tersebut, para siswa bebas mengekspresikan apa yang mereka inginkan. Itulah kenapa para siswa suka berlama-lama ketika bermain media sosial. 

Sementara itu di sisi lain, para siswa biasanya tidak betah berlama-lama ketika harus belajar. Untuk itu, guru perlu pintar-pintar mencari media pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi siswa dalam belajar. 

Kehadiran media pembelajaran yang sesuai sangat penting untuk menunjang keberhasilan belajar para siswa. Apalagi ketika pembelajaran dilakukan pada masa pandemi seperti sekarang ini di mana pembelajaran tersebut harus dilakukan dengan jarak jauh atau daring. Maka media pembelajaran sangat penting untuk pelaksanaan pembelajaran tersebut. 

Seorang guru dapat memanfaatkan media pembelajaran apa saja untuk menunjang keberlangsungan dan kesuksesan belajar peserta didiknya, termasuk memanfaatkan media sosial sebagai media pembelajaran. 

Memanfaatkan media sosial sebagai media pembelajaran di dalam pembelajaran jarak jauh seperti ini sangat diperlukan. Pasalnya, pembelajaran yang dilakukan melalui media sosial tak kalah efektifnya dengan pembelajaran yang dilakukan melalui pertemuan tatap muka atau dengan metode yang lainnya. 


Melalui media sosial tersebut, guru bisa menyampaikan berbagai materi pembelajaran mulai dari dalam bentuk video, gambar, teks, dan lain sebagainya. 

Terdapat sejumlah media sosial yang cocok digunakan sebagai media pembelajaran, misalnya Facebook. Media sosial yang identik dengan warna biru tersebut dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang menyenangkan dalam pembelajaran jarak jauh. 

Perlu diketahui bahwa Facebook sebenarnya pada awal-awal pembuatannya digunakan untuk aktivitas pembelajaran di kampus yang kemudian dikembangkan menjadi media sosial secara umum seperti sekarang. Sehingga Facebook ini masih memiliki sejumlah fitur yang cocok untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Misalnya, fitur membuat penjadwalan, note, dan lain sebagainya. 

Nah, dengan pertimbangan-pertimbangan yang telah dijelaskan di atas, maka sangat pantas apabila Facebook dimanfaatkan untuk media pembelajaran. Sambil belajar, siswa dapat sekaligus memanfaatkan media sosial tersebut untuk hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya.

Pentingnya Manajemen Kelas Bagi Guru

Pentingnya Manajemen Kelas Bagi Guru


sangat penting, apalagi sering kali guru merasakan gagal fokus karena suasana kelas yang kurang kondusif. Apalagi saat pembelajaran daring yang kerap kali menjadi tantangan tersendiri bagi guru untuk dapat mengelola kelas menjadi lebih kondusif agar dapat berjalan dengan lancar pembelajarannya.

Manajemen kelas merupakan kegiatan-kegiatan yang diupayakan oleh seorang guru untuk menciptakan situasi kelas yang kondusif dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran yang maksimal. Kegiatan ini merupakan suatu usaha yang sengaja dilakukan oleh guru supaya pembelajaran dapat berjalan efektif sehingga memungkinkan siswa untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin dan membentuk perilaku berbudaya. 

Manajemen kelas adalah segala usaha yang diarahkan untuk mewujudkan suasana belajar mengajar yang efektif dan menyenangkan serta dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik sesuai dengan kemampuan. Dengan kata lain manajemen kelas merupakan usaha secara sadar untuk mengatur kegiatan proses belajar mengajar secara sistematis.

Secara singkatnya manajemen kelas merupakan upaya yang dilakukan oleh guru dalam memberdayakan potensi kelas secara optimal agar proses interaktif edukatif dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan.

Tujuan Manajemen Kelas
Bagi Guru

Mengembangkan pemahaman dalam penyajikan pelajaran dengan penyampaian yang tepat.
Meningkatkan kesadaran akan kebutuhan siswa
Mempelajari cara merespon yang efektif pada tingkah laku siswa yang mengganggu
Bagi Siswa

Mendorong siswa mengembangkan sikap tanggungjawab terhadap tingkah lakunya.  Membangun kesadaran siswa terhadap perilakunya dalam kelas. Membangkitkan rasa tanggungjawab siswa pada tugas yang diberikan.

Selain itu, ada beberapa prinsip yang harus dipegang dalam melaksanakan manajemen kelas oleh guru.

Secara singkatnya manajemen kelas merupakan upaya yang dilakukan oleh guru dalam memberdayakan potensi kelas secara optimal agar proses interaktif edukatif dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan.

Prinsip -Prinsip Penerapan
1. Antusias

Antusiasme diperlukan dalam proses belajar mengajar. Guru yang hangat dan akrab pada anak didik selalu menunjukkan antusias pada tugasnya atau pada aktifitasnya akan berhasil dalam mengimplementasikan pengelolaan kelas. Sehingga antusiasme akan menular kepada peserta didik.

2. Tantangan

Penggunaan kata-kata, tindakan, cara kerja, atau bahan-bahan yang menantang akan meningkatkan gairah siswa untuk belajar sehingga mengurangi kemungkinan munculnya tingkah laku yang menyimpang. Dengan begitu siswa juga menjadi akan termotivasi serta meniru perilaku semangat dari guru di kelas.

3. Bervariasi

Penggunaan alat atau media, gaya mengajar guru, pola interaksi antara guru dan anak didik akan mengurangi munculnya gangguan, meningkatkan perhatian siswa. Kevariasian ini merupakan kunci untuk tercapainya pengelolaan kelas yang efektif dan menghindari kejenuhan. Guru tetap harus meningkatkan kompetensinya agar bisa menciptakan media atau strategi belajar mengajar yang bervariasi.

4. Keluwesan

Jangan terlalu kaku kepada siswa saat belajar mengajar karena akan menimbulkan ketegangan di dalam kelas yang menjadikan kurang nyaman. Keluwesan tingkah laku guru untuk mengubah strategi mengajarnya dapat mencegah kemungkinan munculnya gangguan siswa serta menciptakan iklim belajar mengajar yang efektif. Keluwesan pengajaran dapat mencegah munculnya gangguan seperti keributan siswa, tidak ada perhatian, tidak mengerjakan tugas dan sebagainya.

5. Penekanan pada Hal-Hal yang Positif

Pada dasarnya dalam mengajar dan mendidik, guru harus menekankan pada hal-hal yang positif dan menghindari pemusatan perhatian pada hal-hal yang negative. Penekanan pada hal-hal yang positif yaitu penekanan yang dilakukan guru terhadap tingkah laku siswa yang positif daripada mengomeli tingkah laku yang negatif. Penekanan tersebut dapat dilakukan dengan pemberian penguatan yang positif dan kesadaran guru untuk menghindari kesalahan yang dapat mengganggu jalannya proses belajar mengajar.

6. Penanaman Disiplin Diri

Tujuan akhir dari pengelolaan kelas adalah anak didik dapat mengembangkan dislipin diri sendiri dan guru sendiri hendaknya menjadi teladan mengendalikan diri dan pelaksanaan tanggung jawab. Jadi, guru harus disiplin dalam segala hal bila ingin anak didiknya ikut berdisiplin dalam segala hal.

Bentuk Kegiatan dalam Manajemen Kelaa
Memastikan kehadiran siswa dalam kelas

Bisa dengan cara meng absen siswa terlebih dahulu sebelum pelajaran dimulai atau di sela pelajaran apabila kesannya siswa sudah merasa bosan atau mengantuk

Mengumpulkan memeriksa, dan menilai pekerjaan siswa


Dengan melakukan hal ini siswa akan merasa lebih di hargai mengenai hasil jerih payah, tugas yang telah siswa kerjakan dan kumpulkan. Serta tidak lupa pula untuk memberikan apresiasi kepada siswa atas kerja kerasnya, menyelesaikan tugas dengan baik.

Menyediakan bahan dan alat pembelajaran

Mengelola kelas menjadi penting agar pembelajaran dapat berjalan secara lancar dan guru dapat memberikan pengajaran yang sesuai kepada siswa , serta siswa dapat menerima pembelajaran dengan baik pula. Dengan begitu, pula bagi guru untuk menyiapkan rancangan pembelajaran sebaik mungkin dengan menambahkan alat serta bahan yang digunakan dalam proses belajar mengajar agar lebih efektif.

Mengumpulkan informasi siswa serta mencatat data pemeliharaan arsip


Hal ini dilakukan untuk tujuan, agar guru lebih mudah dalam menyikapi segala perilaku dan karakteristik siswa. Dengan mengumpulkan informasi yang di sediakan oleh antar siswa maupun oleh orang tua atau wali siswa.

Menyampaikan materi pembelajaran

Memberikan materi pelajaran yang terbaik kepada siswa, serta menciptakan lingkungan belajar yang nyaman bagi siswa, sehingga siswa akan merasakan kenikmatan dalam belajar sehingga tercapainya tujuan pembelajaran akan lebih mudah.

Memberikan tugas kepada murid

Dengan memberikan tugas kepada murid bertujuan untuk memberikan feedback kepada murid, mengenai materi yang telah di sampaikan oleh guru. Dengan pemberian tugas guru dapat mengukur kemampuan pengetahuan, keterampilan serta sikap dari masing- masing siswanya.

Dalam mengelola kelas tentu bukan hal yang mudah, tentu saja terdapat beberapa masalah yang menjadikan penting kemampuan manajemen kelas bagi guru. Apa saja masalah masalah tersebut? Berikut informasi selengkapnya.

Munculnya masalah individual disebabkan beberapa kemungkinan tindakan siswa seperti 

Tingkah laku yang ingin mendapat perhatian orang lain.

Tingkah laku yang ingin menujukkan kekuatan.
Tingkah laku yang bertujuan menyakiti orang lain.

Peragaan ketidakmampuan.
Sedangkan masalah-masalah kelompok yang mungkin muncul dalam kelas :

Kelas kurang kohesif lantaran alasan jenis kelamin, suku, tingkatan sosial ekonomi, dan sebagainya.

Penyimpangan dari norma-norma tingkah laku yang telah disepakai sebelumnya.Kelas mereaksi negatif terhadap salah seorang anggotanya.“Membombang” anggota kelas yang justru melanggar norma kelompok.

Kelompok cenderung mudah dialihkan perhatiannya dari yang tengah digarap, semangat kerja rendah, kelas kurang mampu menyesuaikan diri dengan keadaan baru seperti gangguan jadwal guru terpaksa diganti sementara oleh guru lain.

Manajemen kelas dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas karena situasi dan kondisi kelas memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin. Di masa yang akan datang, diharapkan sistem manajemen kelas agar lebih ditingkatkan lagi. Perkembangan pembelajaran di dunia global semakin pesat, oleh karena itu guru kelas diwajibkan untuk memiliki kompetensi khusus dalam mengelola kelas agar suasana belajar yang menyenangkan, efektif dan efisien dapat terlaksana dengan baik.

MEMBANGUN GENERASI EMAS INDONESIA DAN BERKARAKTER.

MEMBANGUN GENERASI EMAS INDONESIA DAN BERKARAKTER. Indonesia Emas 2045 adalah sebuah impian besar tentang Indonesia yang unggul,...