GURU MOTIVATOR LITERASI DIGITAL
Senin, 16 Desember 2024
MEMBANGUN GENERASI EMAS INDONESIA DAN BERKARAKTER.
Rabu, 27 Juli 2022
Gadget Media Pembelajaran siswa
Peserta didik tidak sepenuhnya sadar mengenai konsekuensi mengambarkan informasi-informasi pribadi. Tugas orang tua dan pendidik untuk membuat anak-anak tahu mengenai sejumlah tindakan, aturan dan akibatnya.
Guru dapat mengedukasi peserta didik tentang pengelolaan waktu berliterasi digital ketika pembelajaran sedang berlangsung di kelas dan diintegrasikan dengan mata pelajaran, misalnya:
Tematik: guru memberikan pentingnya membagi waktu peserta didik dalam beraktivitas sehari-hari seperti belajar dan bermain serta manfaat jika mengelola waktu dengan benar;
Olahraga: bagaimana mengatasi kecanduan internet dengan berolahraga untuk relaksasi juga membuat badan tetap sehat,
Seni Budaya Keterampilan (SBK): anak dapat mencari informasi di internet tentang kesenian dan kebudayaan Indonesia serta mencari video tutorial untuk membuat kreasi keterampilan tertentu.
4 Pasal UU ITE yang mengatur etika bermedia sosial. "Yakni UU No.19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). (Pasal 27,28,29,30)
Sebagai seorang guru ada kesulitan dalam menentukan kriteria mana tayangan dan aplikasi yang dapat dipilih untuk mengajar dari banyak sekali aplikasi yang ditawarakan. bagaimana cara memilihnya? atau apakah kita ambil saja mana tayangan yang sudah ada?
Kita selaku guru harus bisa memilah dan memilih mana yang cocok dengan dunia anak-anak. Jangan asal ambil. Kita sesuaikan dengan perkembangan anak yang cocok dan positif.
Di era digital ini membuka ruang dengan memanfaatkan era teknologi bebas dan bisa leluasa yang memegang otoritas atas ruang digital, dengan selalu berorientasi kepada nilai-nilai baik manusia sebagai tujuannya, pertanyaan saya adalah bagaimana trik/startegi nara sumber menyikapi perkembangan digital yang justru pengguna/ user yang salah menggunakan segala macam media sosial termasuk smart phone.
menyikapinya dengan car kita bangun paradigma berpikir kritis dengan cara membangun pertanyaan 5W+1H, “Siapa” Yang memberikan informasi, “Apa” yang dikatakan, “Di mana” Hal itu terjadi, “Kapan” hal itu dikatakan, “Mengapa” dan “Bagaimana”.
Sehingga kitab bisa menyikapi segi positif dan negatifnya.
Di masa pandemi seperti sekarang ini kita harus kreatif, produktif dan inovatif salah satu hal yang dapat kita lakukan yaitu memulai untuk berbisnis. Apakah hobi dapat dijadikan sebagai peluang usaha jangka panjang atau jangka pendek ?
Saat ini banyak sekali bisnis yang dikembangkan berawal dari hobi. Game, web desain, sosial media spesialis ini adalah beberapa trend pekerjaan yang dulunya mungkin tidak kita anggap sebagai peluang pekerjaan tapi sekarang justru menjadi sebuah peluang baru. Hobi apa pun pasti bisa menghasilkan pendapatan asalkan kita bisa bijak mengalokasikannya untuk hal positif dan dengan ditambah oleh kreativitas
Marilah kita bersama-sama bisa memanfaat Gadget di era teknologi/ digital dengan bebas namun pilihlah teknologi/ digital yang sesuai dengan kita, Pilih yang cocok dan positif dengan etika yang baik dan penuh tanggung jawab.
Nah, dengan pertimbangan-pertimbangan yang telah dijelaskan di atas, maka sangat pantas apabila Gadget dimanfaatkan untuk media pembelajaran. Sambil belajar, siswa dapat sekaligus memanfaatkan media serta alat komunikasi tersebut untuk hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya.
Rabu, 16 Februari 2022
Memanfaatkan Media Sosial sebagai Media Belajar Digital
Media belajar dan media sosial adalah dua hal yang berbeda. Dua hal tersebut juga seringkali berseberangan dalam tujuan penggunaannya. Media sosial identik dengan kesenangan sementara media belajar identik dengan pembelajaran. Namun kedua hal tersebut jika digabungkan bisa menjadi hal yang menarik dalam sebuah pembelajaran.
Ya, media sosial adalah tempat di mana siswa biasanya sering menghabiskan waktu. Para guru dan orang tua sering jengkel ketika melihat anak-anaknya bermain media sosial ketika datang waktu belajar. Sementara bermain di media sosial adalah sebuah kesenangan bagi para siswa sendiri.
Pasalnya, media sosial ini banyak menyuguhkan hal yang menarik bagi para siswa. Ya, di media sosial tersebut siswa dapat berinteraksi dengan teman-temannya di dunia maya. Di media sosial tersebut, para siswa bebas mengekspresikan apa yang mereka inginkan. Itulah kenapa para siswa suka berlama-lama ketika bermain media sosial.
Sementara itu di sisi lain, para siswa biasanya tidak betah berlama-lama ketika harus belajar. Untuk itu, guru perlu pintar-pintar mencari media pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi siswa dalam belajar.
Kehadiran media pembelajaran yang sesuai sangat penting untuk menunjang keberhasilan belajar para siswa. Apalagi ketika pembelajaran dilakukan pada masa pandemi seperti sekarang ini di mana pembelajaran tersebut harus dilakukan dengan jarak jauh atau daring. Maka media pembelajaran sangat penting untuk pelaksanaan pembelajaran tersebut.
Seorang guru dapat memanfaatkan media pembelajaran apa saja untuk menunjang keberlangsungan dan kesuksesan belajar peserta didiknya, termasuk memanfaatkan media sosial sebagai media pembelajaran.
Memanfaatkan media sosial sebagai media pembelajaran di dalam pembelajaran jarak jauh seperti ini sangat diperlukan. Pasalnya, pembelajaran yang dilakukan melalui media sosial tak kalah efektifnya dengan pembelajaran yang dilakukan melalui pertemuan tatap muka atau dengan metode yang lainnya.
Melalui media sosial tersebut, guru bisa menyampaikan berbagai materi pembelajaran mulai dari dalam bentuk video, gambar, teks, dan lain sebagainya.
Terdapat sejumlah media sosial yang cocok digunakan sebagai media pembelajaran, misalnya Facebook. Media sosial yang identik dengan warna biru tersebut dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang menyenangkan dalam pembelajaran jarak jauh.
Perlu diketahui bahwa Facebook sebenarnya pada awal-awal pembuatannya digunakan untuk aktivitas pembelajaran di kampus yang kemudian dikembangkan menjadi media sosial secara umum seperti sekarang. Sehingga Facebook ini masih memiliki sejumlah fitur yang cocok untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Misalnya, fitur membuat penjadwalan, note, dan lain sebagainya.
Nah, dengan pertimbangan-pertimbangan yang telah dijelaskan di atas, maka sangat pantas apabila Facebook dimanfaatkan untuk media pembelajaran. Sambil belajar, siswa dapat sekaligus memanfaatkan media sosial tersebut untuk hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya.
Pentingnya Manajemen Kelas Bagi Guru
Sabtu, 18 Desember 2021
Pengembangan Kualitas Hidup Melalui Program Literasi Digital
Untuk sore ini bisa mengikuti Guru Motivator Literasi Digital, Rabu tanggal 15 Desember 2021. Di jam 16.00 sampai jam 18.00. Di pertemuan ke 20
Kali ini narasumber kita Ms Bams dan moderator Bapak Muliadi dengan tema Pengembangan kualitas hidup melalui program literasi digital
Selasa, 14 Desember 2021
Blog Pendidikan Indonesia Abad 21
Perbedaan Kurikulum Prototipe (2022) dan Kurikulum 2013
Dilatarbelakangi oleh kondisi dunia pendidikan akibat pandemi Covid-19 dan kritik terhadap Implementasi Kurikulum 2013 maka muncullah ide/gagasan dari Kemdikbudristek untuk melakukan beberapa perubahan pada kurikulum 2013. Perubahan kurikulum tersebut ramai diperbincangkan berbagai pihak dengan berbagai sebutan, ada yang menyebutnya Kurikulum Prototipe, Kurikulum 2022, Kurikulum Paradigma Baru dan sebagainya.
Perubahan kurikulum tersebut salah satunya bisa dilihat pada mata pelajaran informatika yang awalnya bersifat pilihan di Kurikulum 2013, menjadi wajib di kurikulum yang baru (Kurikulum Prototipe 2022) dan akan diterapkan mulai dari jenjang SMP, karena kompetensi teknologi merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dikuasai oleh peserta didik pada abad 21 ini apalagi dalam kondisi pandemi seperti sekarang ini dimana pembelajaran berbasis teknologi (berbasis IT) menjadi solusi ketika pembelajaran tatap muka tidak bisa dilaksanakan.
Secara singkat Kurikulum Paradigma Baru atau yang disebut dengan Kurikulum Prototipe (2022) ini memiliki beberapa karakteristik antara lain :
1. Pembelajarannya dirancang berbasis projek untuk pengembangan soft skills dan berbasis karakter/character based learning (iman, taqwa, dan akhlak mulia; gotong royong; kebinekaan global; kemandirian; nalar kritis; kreativitas).
2. Lebih fokus pada materi esensial sehingga ada waktu cukup leluasa untuk melakukan pendalaman materi pembelajaran kompetensi dasar seperti pendalaman kompetensi literasi dan numerasi.
3. Adanya fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan murid (teach at the right level) dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal. (Sumber : Pemaparan Kemendikbud
Perbedaan Kurikulum Protoripe (2022) & Kurikulum 2013
Ada beberapa perbedaan antara Kurikulum Protoripe (2022) & Kurikulum 2013 antara lain :
1. Untuk Level TK/PAUD
Pendekatan pembelajaran yang awalnya berbasis tematik pada Kurikulum 2013, berubah menjadi fokus literasi (buku yang disukai anak-anak) pada Kurikulum Prototipe (2022).
2. Untuk Level SD
Pelajaran IPA dan IPS yang awalnya terpisah pada Kurikulum 2013, digabung menjadi pelajaran IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) pada Kurikulum Prototipe (2022), sebagai fondasi awal sebelum peserta didik mempelajari mata pelajaran IPA dan IPS terpisah di level SMP.
3. Untuk Level SMP
Pembelajaran Informatika pada Kurikulum 2013 sebagai mata pelajaran pilihan (opsional) menjadi mata pelajaran wajib pada Kurikulum Prototipe (2022).
4. Untuk Level SMA
Dalam Kurikulum 2013, peserta didik tingkat SMA ketika mulai masuk kelas X langsung memilih penjurusan sementara di Kurikulum Prototipe (2022) peserta didik mengambil dan menentukan peminatan pada kelas XI, karena harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan guru BK, wali kelas, dan orang tua.
Demikian postingan kali ini tentang Perbedaan Kurikulum Prototipe (2022) dan Kurikulum 2013. Semoga bermanfaat bagi para pembaca. Silakan share informasi ini kepada rekan guru lainnya jika dirasa bermanfaat. Terima kasih :)
Senin, 13 Desember 2021
Era Teknologi Bebas namun Tanggung Jawab
Untuk sore ini bisa mengikuti Guru Motivator Literasi Digital, Senin tanggal 13 Desember 2021. Di jam 16.00 sampai jam 18.00. Dipertemuan ke 19
Kali ini narasumber kita Ibu Rifatun dan moderator Ibu Rosminiyati dengan tema Era Teknologi Bebas namun Tanggung Jawab
Sabtu, 11 Desember 2021
Ciptakan Peluang Melalui Literasi Digital
Untuk sore ini bisa mengikuti Guru Motivator Literasi Digital, Jumat tanggal 10 Desember 2021. Di jam 16.00 sampai jam 18.00. Dipertemuan ke 18
Kali ini narasumber kita Ibu Leni Priska dan moderator Pak Deni Darmawan mengusung tema Ciptakan peluang melalui literasi digital
- Sekolah dimulai pada usia 7 tahun. Usia 7 tahun menunjukkan kematangan psikologi anak untuk mengikuti pendidikan formal.
- Fasilitas perpustakaan ada di mana-mana. Di sekolah dari tingkat dasar sampai ke perguruan tinggi, di desa-desa sampai ke mall dan tempat-tempat umum lainnya. Program perpustakaan sangat kreatif, sehingga perpustakaan menjadi tujuan favorit masyarakt Finlandia
- Materity package dilengkapi buku. Disediakan buku paket ibu-ibu yang melahirkan berisi buku tentang paket-paket kebutuhan bayi, dan cara merawat bayi agar bisa tumbuh kembang dengan sempurna. Keluarga merupakan gerbang pendidikan yang utama dan pertama.
- Bacakan dongeng sebelum tidur. Dongeng itu sangat baik, karena bias masuk kealam bawah sadar anak dan itu bias membuat anak menjadi cerdas.
- Acara TV asing dilarang dialihsuarakan. Melatih anak membaca teks dengan cepat untuk bisa memahami acara yang ada di TV tersebut.
- Kebutuhan. Dalam menciptakan peluang harus memperhatikan kebutuhan masyarakat saat ini. Sesuaikan dengan kebutuhan pangsa pasar yang sedang trend dan in sehingga banyak dicari masyarakat.
- Kemampuan. Sesuaikan dengan kemampuan kita masing-masing dengan ATM. Amati, Tiru, Modifikasi.
- Hobi. Menciptakan peluang sesuai dengan hobi akan sangat mengasyikkan.
- Lokasi. Pilihlah lokasi yang strategis dan mudah dijangkau sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekitar.
- Usaha. Mulailah merintis usaha, sebar info-info tentang usaha kita melalui pamflet dan flyer. Masifkan melalui media sosial yang kita punya.
Rabu, 08 Desember 2021
BERBAGI PRAKTEK LITERASI DIGITAL
Untuk sore ini bisa mengikuti Guru Motivator Literasi Digital, senin tanggal 08 Desember 2021. Di jam 16.00 sampai jam 18.00. Dipertemuan ke 17
Kali ini narasumber kita Bunda Maria Sumakul Muliadi dan moderator Ms Phia mengusung tema Berbagi Praktik Baik Literasi Digital
Senin, 06 Desember 2021
Pengembangan kualitas Hidup Melalui Melalui Literasi Digital
Untuk sore ini bisa mengikuti Guru Motivator Literasi Digital, senin tanggal 06 Desember 2021. Di jam 16.00 sampai jam 18.00. Dipertemuan ke 16
Kali ini narasumber kita pak Muliadi dan moderator Mr Bams mengusung tema Pengembangan kualitas Hidup Melalui Melalui Literasi Digital
Jumat, 03 Desember 2021
Literasi Digitalisasi Menciptakan Kemampuan dan Kesempatan
Untuk sore ini bisa mengikuti Guru Motivator Literasi Digital, senin tanggal 03 Desember 2021. Di jam 16.00 sampai jam 18.00. Dipertemuan ke 15.
Kali ini narasumber kita pak brian dan moderator Helwiyah mengusung tema Literasi Digitalisasi Menciptakan Kemampuan dan Kesempatan
MEMBANGUN GENERASI EMAS INDONESIA DAN BERKARAKTER.
MEMBANGUN GENERASI EMAS INDONESIA DAN BERKARAKTER. Indonesia Emas 2045 adalah sebuah impian besar tentang Indonesia yang unggul,...
-
Penyaluran Hobi Di Platform Digital RESUME GMLD GURU MOTIVATOR LITERASI DIGITAL PERTEMUAN : 7 HARI,TANGGAL :...
-
RESUME GMLD GURU MOTIVATOR LITERASI DIGITAL PERTEMUAN : 9 HARI,TANGGA : Jumat, 19 NOVEMBER 2021 TEMA : Cara Amp...